God Bless You All and Me

27 August 2016

MEMBUANG IBU KANDUNGNYA SENDIRI

MEMBUANG IBU KANDUNGNYA SENDIRI Tradisi membuang orang yang sudah tua, ada dalam cerita rakyat Jepang. Dikisahkan ada seorang pemuda yang sedang menggendong ibunya menuju ke hutan. Ibunya sudah tua renta, kurus badannya dan tidak bisa berbuat apa apa. Sang anak harus memandikan, menyuapi makan dan membersihkan kotoran. Ibunya sudah dianggap menjadi beban bagi hidupnya. Untuk itu sudah saatnya membawa ibunya ke luar dari rumah dan membuangnya ke hutan. Namun demikian pemuda itu merasa heran, mengapa sepanjang perjalanan, sang ibu sesekali mematahkan ranting ranting. Sang anakpun bertanya "mengapa ibu sibuk mematahkan ranting kering di sepanjang perjalanan?" Dengan senyum ibupun menjawab "Supaya kamu tahu jalan dan tidak tersesat waktu pulang ke rumah." Mendengar jawaban sang ibu, pemuda itu menangis dan membatalkan niat membuang ibu kandungnya yang dianggapnya tidak berguna. Akhirnya Ia mennggendong ibunya kembali ke rumahnya. Cerita rakyat ini menyimpan pelajaran moral yang sangat penting bagi kita semua. Jangan sekali kali 'membuang orang tua'. Dengan susah payah ia mengandung, melahirkan dan membesarkan anaknya. Ia tidak pernah meminta bayaran atau balasan. Dengan iklas ia mencintai anak anaknya, meski terkadang kurang dihargai pengorbanannya. Benarlah kata pepatah, kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang masa. Tentu saja di negeri yang agamis dan berbudaya, tidak ada manusia yang tega membuang orang tua kandungnya sendiri. Memang seharusnya begitu, namun kenyataan sering kali berbeda. Aku pernah berjumpa dengan seorang wanita muda yang tega membentak bentak ibunya di depan umum. Wanita itu sedang membuang harga diri mamanya di depan banyak orang. Entah apa sebabnya, wanita berparas cantik dan glamour itu memarahi mamanya tanpa ada rasa malu dilihat ratusan orang yang sedang berada di ruang tunggu bandara. Hampir hampir saja aku menyumbat mulutnya dengan koran, karena gregetan. Wanita tua berambut putih itu hanya bisa meneteskan airmata, dipermalukan anak kandungnya sendiri. Menjadi tua adalah bagian dari kenyataan hidup, tetapi berprilaku baik kepada orang adalah pilihan. Kita semua akan menuju ke sana. Jangan sok hebat dan kurang ajar pada wanita yang membawamu lahir dalam dunia. Setiap orang tua pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Belajarlah menutupi kekurangan mereka seperti anak anak nabi Nuh yang menutupi tubuh ayahnya dengan pakaian saat ia mabuk dalam keadaan telanjang. Ingatlah dengan baik atau tuliskankah di dalam hati, bagaimana kita memerlakukan orang yang lanjut umur, akan menentukan panjang atau pendeknya umur kita. "Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Jangan pernah menghina, menista atau membuang orang tuamu sendiri. Sayangilah mereka apa adanya. Mumpung masih diberi waktu untuk bersama mereka, layani, hormati dan berkan yang terbaik. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari.. Thanks n Gb we all Pdt. PAULUS WIRATNO

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com