God Bless You All and Me

27 August 2016

MASIH ADAKAH GEREJA DAN ORANG ASLI PAPUA 30 TAHUN MENDATANG ?

MASIH ADAKAH GEREJA DAN ORANG ASLI PAPUA 30 TAHUN MENDATANG ? Tulisan ini diangkat dari pengamatan dan kesaksian pribadi penulis. selamat membaca, semoga anda mendapatkan sesuatu ketika membaca tulisan ini. Ketika menginjakan kaki di atas tanah ini (bumi cenderawasih) kembali setelah beberapa tahun melanjutkan pendidikan di luar tanah ini. Saya sangat merasa senang karena bisa kembali ke tanah tampat saya dibesarkan, dan bernostalgia karena bisa melihat tempat-tempat yang sering saya kunjungi dulu. Ketika melihat tempat-tempat itu saya kemudian menyadari satu hal bahwa saya telah kehilangan beberapa teman saya yang dulu bersama dengan saya (karena meninggal dunia) mengunjungi tempat-tempat itu, kemudian saya berpikir, berarti dalam jangka waktu 7 tahun selama saya ada di luar tanah ini, saya telah kehilangan banyak orang-orang asli tanah ini (yang seusia saya) yang harusnya menjadi pewaris tanah ini di generasi berikutnya. Rasa haru dan tangis menyelimuti hati saya dan akhirnya itu menggerakan saya untuk melihat angka orang sakit yang ada di rumah sakit, ketika saya dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, saya melewati pasar dan menikmati suasana perdagangan namun ketika melihat itu bertambahlan rasa sedih saya karena melihat mama-mama asli tanah ini yang berjualan di pinggir jalan dan di atas tanah yang seharusnya menjadi tempat tumpuhan kaki. Mereka rela menahan debu, asap kendaraan dan menahan panasnya terik matahari hanya untuk membiayai keluarga dan pendidikan anak-anak mereka. saya kemudian mengambil waktu sejenak dan berpikir kenapa mereka tidak memiliki tempat yang layak untuk berjualan ? kenapa orang yang datang dari luarlah yang mendapatkan tempat yang layak ? Pertanyaan ini akhirnya membawa saya untuk berdoa bagi mama-mama asli tanah ini. setelah saya berdoa saya melanjutkan perjalanan(tangisan terus menyelimuti hati saya) setelah saya sampai di rumah sakit daerah disalah satu kabupaten di atas tanah ini, saya begitu kaget karena rumah sakit ini dipenuhi dengan orang asli tanah ini dengan berbagai macam penyakit yang disebabkan dengan berbagai macam hal, mulai dari Miras, Seks Bebas, Ganja, kecelakaan tabrak lari, pembunuhan akibat peperangan, pemerkosaan, pemukulan karena pembelaan hak-hak orang asli tanah ini, dan berbagai macam hal lainnya. kemudian saya bertanya kepada seorang suster di ruang penyakit dalam. suster, satu hari biasanya ada orang yang meninggal di rumah sakit ini ? kata suster itu, paling kurang dua hari satu orang pak. saya bertanya lagi, berarti angka kematian orang asli cukup tinggi yah Suster ? suster itu mengatakan bukan cukup tinggi pak, tapi sangat tinggi. Oh.. saya sangat kaget dan menyesal kenapa menanyakan pertanyaan itu. Kemudian dengan tangisan yang tidak tertahankan saya mengelurkan air mata sambil meninggalkan tempat itu dan menghadapkan wajah saya langit dan berkata, Tuhan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi ini. apakah 30 tahun kemudian saya masih bisa melihat orang asli di atas tanah ini? seraya itu, tingkat kedatangan orang bukan aslipun sangat tinggi untuk menguasai perdagangan di atas tanah ini demi mencari keuntungan secara finansial. Setelah keluar dari rumah sakit, Saya melihat sekelompok orang yang ada dalam satu lingkaran dengan menaruh jerigen minyak goreng di tengahnya, isinya adalah balo (minuman memabukan yang murah) mereka bersembunyi dalam semak-semak supaya tidak dilihat (karena agen minum sudah ditutup takut ditangkap) maksudnya adalah supaya tidak ketahuan. saya mendekati mereka, bergabung dengan maksud bertanya, ketika bertanya nama dan agama, mereka memiliki nama yang agamawi dan beragama Kristen. ketika mendengar hal itu saya meminta izin untuk mendoakan mereka (karena mengingat angka kematian yang tinggi) kemudian mereka mengijinkan saya untuk mendoakan mereka. Setelah mendoakan mereka, saya tinggalkan tempat itu dan berjalan ke kota sambil mengarahkan pandangan saya kepada pembangunan kota yang semakin megah, tetapi waktu melihat kota itu mata saya terganggu dengan gedung-gedung yang beatap bawang berwarna hijau, dengan suara dari toa yang mengganggu telinga setiap jam 03, jam 12, jam 15, dan jam 18.00. sambil memilikirkan betapa mereka telah berhasil dengan proses penghijauwan yang direncanakan dari beberapa puluh tahun lalu. orang asli yang Kristen tinggal di luar gereja dengan kesenagan dan kenikmatan yang membawa kepada kematian (mereka adalah orang asli yang satu seusia dengan saya sebatas yang saya jumpai) tanah ini sedang kehilangan sebagian besar orang-orang asli di generasi saya. seraya tingkat kedatangan orang yang dari luarpun sangat tinggi, bisa dikatakan mereka adalah orang-orang yang menggantikan posisi sebagian besar orang asli di generasi saya yang hilang , mereka datang dengan tujuan mengisi dan mendirikan gedung-gedung yang tadi saya sebutkan. akhirnya saya bertanya kepada Tuhan, apakah saya masih bisa melihat gereja Tuhan di 30 tahun kemudian ? kemanakah suara Injil-Mu yang membuat tanah ini diberkati ? di manakah suara salib-Mu yang menyelamatkan orang asli tanah ini ? dimanakah suara darah-Mu yang membebas orang asli tanah ini darah dosa dan kutuk ? Di manakah suara terang kemuliaan-Mu yang menyinari tanah ini sehingga orang di atas tanah ini menemukan terang yang sesungguhnya ? Saya kemudian tersentak dan sadar dengan perkembangan Gereja di atas tanah ini, satu sisi sejarah itu membuat saya kagum dengan para pendahulu dalam pengalaman pemberitaan injil melalui misionari di daerah pantai dan gunung. tetapi disisi yang lain saya sedih dengan melihat kenyataan hari ini karena seolah jejak kaki mereka telah hilang tidak tahu kemana ? semangat api Injil yang mereka miliki seolah telah padam. Permasalahan organisasi gereja terjadi sampai mengakibatkan perpecahan organisasi yang yang bukanya membawa umat semakin baik, namun menambah korban orang asli dalam kebencian, permusuhan, perceraian, bahkan nyawa, sehingga pembakaran rumah ibadahpun terjadi di atas tanah ini, bukan hanya ada di luar tanah ini. yang anehnya dilakukan oleh orang Kristen sendiri, apakah ini tindakan penolakan Injil ? organisasi yang satu merasa Doktrinnyalah yang paling benar sehingga melihat organisasi yang lain "tidak benar". sehingga mengabaikan jiwa-jiwa yang ada di luar gereja dengan kebiasaan-kebiasan yang membawa kepada maut. persekutuan-persekutuan kristen dengan berbagai macam penglihatan merasa persekutuannyalah yang paling baik dan benar. bahkan sampai kepada lembaga dan yayasan Kristen yang ada di atas tanah ini merasa dirinyalah yang baik, lalu kalau masing-masing merasa dirinya yang paling baik dan benar, lalu siapakah yang sesungguhnya paling baik dan benar kalau di perhadapkan kepada Tuhan Yesus sang Kepala dari pelayanan? masih Relevankah Doa Yesus sebelum menghadapi penderitaan-Nya agar kita menjadi satu seperti Yesus dan Bapa adalah satu ? Tanah ini membutuhkan kesatuan dari gereja-gereja, persekutuan-perrsekutuan, yayasan-yayasan Kristen, rumah-rumah sakit Kristen, Tv2 Kristen, Majalah-majalah Kristen, Penginjil-penginjil, Pendoa-pendoa, orang-orang yang memmiliki karunia-karunia rohani, orang-orang yang berjuang masalah HAM atas tanah ini, untuk merendahkan diri dan berdoa meminta penggenapan janji Tuhan atas tanah ini, dengan mengubah tantangan menjadi peluang untuk menyampaikan Injil, Pemuridan, pengutusan, Penginjilan. Yesus adalah Jawaban dari permasalahan atas tanah ini. Mari generasi tanah Papua jadikan tantangan ini menjadi peluang untuk bereksperimen, agar kita masih memilihat anak cucu kita pergi ke gereja dan generasi asli tanah ini 30 tahun kemudian. Doa Generasi ini : Dalam kasih karunia-Mu, kami berdiri dan menghadap taktah hadirat-Mu di atas tanah ini (Bumi Cenderawasih). sekirannya dalam kehendak-Mu janganlah biarkan beban ini hilang dari kami, karena melalui beban ini kami sungguh dipompa dalam semangat yang menyala-nyala untuk mengatasi masalah di atas tanah ini. kami masih mau lihat gereja dan orang asli tanah ini 1000 tahun lagi bahkan sampai kedatangan-Mu yang ke dua kali. Amiin. #PRAYFORPAPUA# Ev. CHIKO MOTE, S.Th

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com