God Bless You All and Me

11 August 2013

Bupati dan Wabup harus Prioritaskan Bidang Keagamaan

Oleh : Jemmy Gerson Adii, SE

Pembangunan di Kabupaten Deiyai sesuai dengan kaca mata penulis selama 4 tahun terakhir ini, sejak Kabupaten Deiyai dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai tahun 2009 akan Maju, kecuali Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak akan maju. Sementara hingga kini kita di Tanah Papua dan Pegunungan Tengah pada umumnya dan khususnya di Meuwodide menyangkut SDM masih terbatas dan kurang. Sehingga sudah, sedang dan terus menjadi perhatian secara serius oleh pihak Pemerintah. Namun penulis nilai itu hanyalah pelayanan secara jasmaninya. Misalnya, salah satunya seperti anak-anak Papua yang disekolahkan di berbagai bidang Pendidikan dari semua jenjang. Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan SDM di berbagai bidang tertentu di pemerintahan, swasta maupun lain-lainnya. Tetapi, paling tepat sebagai saran dan masukan dari penulis kepada semua Bupati/Wakil Bupati di Papua dan Papua Barat umumnya dan khususnya Bupati-Bupati yang bertugas di Pegunungan Tengah tanah Papua jangan hanya sekedar berfikir saja tetapi paling tidak harus ada realisasinya juga secara rohaninya. “Sebab bicara Keagamaan, berarti bicara Kebenaran dan Kedamaian. Bicara Kebenaran dan Kedamaian, berarti bicara Ajaran Tuhan Jesus. Bicara ajaran Tuhan Jesus, berarti bicara Kerajaan Sorga. Bicara Kerajaan Sorga, berarti bicara hidup yang kekal,”. Kita semua sudah berfikir namun belum melaksanakan secara 100 % khususnya bidang Keagamaan. Alasan yang tepat menurut penulis yakni dengan adanya prioritas bidang keagamaan secara khusus itu tepat dan bisa mengatasi semuanya, terutama mental, keyakinan dan kepercayaan kita kepada Tuhan Jesus Kristus secara 100 %. Kenapa ? Sesuai kenyataan di lapangan, yang menjadi pergumulan kita bersama turun temurun sejak nenek moyang kita hingga generasi kita saat ini yakni masalah “Iri Hati” yang ujung-ujungnya oknum-oknum tertentu yang dipakai “Raja Neraka Lusifer” melakukan pembunuhan dengan cara melancarkan “Kuasa Kegelapan” (Okultisme). Apakah penyakit Iri Hati ini menjadi darah daging secara turun temurun dari nenek moyang hingga generasi kita sekarang ? Apakah persoalan Iri Hati ini merupakan hal yang sama terjadi di seluruh Tanah Papua (Papua dan Papua Barat, red). Kalau memang, benar. Marilah kita sama-sama perangi, karena persoalan ini menjadi ‘Musuh Besar’ kita di Tanah Papua. Di Kabupaten Deiyai ini salah satu contohnya, belum terlambat untuk diatasinya. Mengapa ? Salah satu alasan yang bisa penulis katakan sesuai fakta dilapangan karena umur kabupaten kita ini masih terbilang baru seumur jagung atau lebih kurang 4 tahun usianya kabupaten Deiyai, ketika kala itu dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai 2009 silam. Kabupaten Deiyai sendiri telah di jabat oleh 3 Penjabat Bupati Carateker. Masing-masing diantaranya yakni Bpk. Drs. Blasius Pakage (2009-2011_sebelumnya mantan Kabiro Pembinaan Mental dan Spiritual Setda Provinsi Papua). Bpk. Hengky Kayame, SH,.MH (2011-2012_yang kini menjabat Bupati Definitif Kabupaten Paniai). Dan Bpk. Basilius Badii, BA (2012-2013_menjabat sampai dengan terpilihnya Bupati Definitif). Sementara dari sisi usia masuknya Injil Tuhan di suku Meuwodide hingga 2013 ini telah mencapai lebih kurang 51 tahun. Dalam usia yang terbilang tua ini, namun saja kita suku Mee yang ada di Kabupaten Deiyai masih tidur didalam belenggu Kuasa Kegelapan. Hingga tulisan ini naik cetak masih menjadi pertanyaan besar bagi kita suku MEE di Kabupaten Deiyai dan bahkan semua suku di Tanah Papua, apakah kita harus bertobat ? Ataukah kita tetap terus menerus meninabobokan Kuasa Kegelapan tersebut di dalam diri, rumah, lingkungan dan sesama kita ? Beberapa hal inilah yang menjadi pergumulan kita bersama saat ini setelah tulisan ini naik cetak di “Media Masa”, untuk sama-sama kita perangi dalam kegiatan-kegiatan Keagamaan itu. Pasalnya, selain Bidang Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur, menurut penulis Bidang Keagamaan (Spiritual) di Kabupaten Deiyai juga harus menjadi Prioritas utama bagi Bupati dan Wakil Bupati Definitif terpilih periode 2013-2018 yang akan dilantik, pada tanggal 14 Agustus 2013 oleh Gubernur pertama orang Koteka, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Penulis berharap tidak hanya Bupati/Wakil Bupati saja tapi juga Walikota/Wakil Walikota dan Gubernur/Wakil Gubernur seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual, harus diutamakan. Penulis setuju dan mendukung programnya Bpk. Ayub Kayame (Kabiro Pembinaan Mental dan Spriritual Setda Provinsi Papua) terkait dengan kegiatan pembinaan mental dan spritual yang diberlakukan di Provinsi Papua. Sudah seharusnya juga diberlakukan di seluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Sebab dalam kitab Matius 6:33 secara jelas menyatakan bahwa “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah (Sorga) maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu,”. Dengan demikian, apa yang menjadi “Visi dan Misinya” Bupati dan Wakil Bupati tentunya akan berhasil apabila Pimpinan daerah baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengutamakan Tuhan melalui Bidang Keagamaan. Menurut penulis pembangunan di Kabupaten Deiyai khususnya, Provinsi Papua umumnya, secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur akan terjaga dan maju disertai juga dengan Manusianya akan baik secara Spritual. Sebab pembangunannya sekarang sudah mulai nampak, tetapi manusianya belum baik. Dalam arti masih saja terlihat Iri Hati antar sesama, fam, marga, suku, agama dengan lainnya. Sementara rutinitas ibadah dijalankan oleh kita, tetapi itu hanya sebatas dijadikan sebagai ibadah serimonial saja. (Paling tidak dan diharuskan, semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat berlakukan dan prioritaskan serta tingkatkan bidang Keagamaan supaya pembangunan dan SDM-nya di segala sektor maju setara secara pesat) Di Kabupaten Deiyai sampai saat ini, sesuai kaca mata penulis, sebagian manusianya masih hidup di bawah garis Kuasa Okultisme. Maka itu dengan diprioritaskannya bidang Keagamaan, tentunya akan ada Tim yang mengkoordinir kegiatan-kegiatan rohani atau biasanya disebut “Tim Rohaniawan” oleh Hamba-hamba Tuhan (Pendeta, Gembala, Pendoa, Penginjil, Frater, Pater, Uskup dll) mewakili berbagai denominasi gereja-gereja yang ada di Kabupaten Deiyai, juga setiap SKPD di Pemerintahaan Kabupaten Deiyai paling tidak adanya keterlibatan staf PNS maupun non PNS yang jiwanya melayani akan juga bergabung dalam Tim Rohaniawan tersebut. Dengan begitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Seminar-seminar Okultisme, Doa Semalaman, Doa Puasa, Menara Doa dan Sosialisasi-sosialisasi Okultisme serta Ibadah-ibadah di lingkungan pemerintahan Kabupaten Deiyai dapat dilaksanakan. Dengan begitu manusia di Kabupaten Deiyai akan maju dalam bidang spiritual, sehingga pembangunan di Kabupaten Deiyai secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur secara fisik dan non fisik dapat terlaksana, terjaga dan bahkan termaju dari daerah-daerah lainnya atau bahkan dari segi Spiritual Kabupaten Deiyai khususnya dan Provinsi Papua dan Papua Barat umumnya akan menjadi contoh dan teladan bagi Dunia. Dengan demikian rasa saling Iri Hati dan saling melancarkan kuasa gelap, paling tidak secara bertahap akan teratasi. “Karena Bagi Tuhan Jesus tidak ada yang mustahil”. Dasar Inspirasi Rohani Dalam perjanjian baru pada kitab Matius 3:2, menjelaskan atau mengingatkan kepada kita bahwa; “Bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat,”. Kutipan ayat tersebut merupakan salah satu nasehat dan peringatan penting kepada kita manusia. Ayat ini menjadi satu penekanan penting dalam tulisan ini. Karena tulisan ini ditulis berdasarkan ayat tersebut, dan sudah saatnya untuk kita sebagai anak-anak Tuhan harus bersaksi kepada sesama kita. Kali ini kesaksian yang penulis bagikan yakni berupa tertulis. Kita perlu menyadari bahwa tanda-tanda yang sudah, sedang dan akan terus terjadi ditengah-tengah kehidupan kita manusia, itu menjadi kesempatan bagi kita manusia untuk Bertobat, Percaya dan terima Tuhan Jesus dalam pribadi kita masing-masing. Tanda-tanda akhir zaman menurut inspirasi penulis diantaranya seperti Gempa Bumi, Tsunami, Kecelakaan Pesawat, Kapal Laut, Mobil dan masih banyak lagi tanda-tanda yang lainnya. Yang tentunya melalui tanda-tanda tersebut merupakan kesempatan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kita manusia untuk harus bertobat. Karena kesempatan yang datang kepada kita manusia cuma tiga kali saja. Seperti tulisan awal bahwa kita dituntut untuk harus bertobat. Bertobat berarti kita meninggalkan perbuatan lama kita, misalnya Kita sering melakukan kejahatan seperti perbuatan Iri Hati, Sombong, Angkuh, Benci, Marah dan bahkan melakukan kejahatan lainnya yang ujung-ujungnya melancarkan Kuasa Kegelapan yang bukan kehendak Tuhan, seperti sebagaimana terdapat di dalam kitab perjanjian baru, Yakobus 3:6 menyebutkan bahwa “Sebab dimana ada Iri Hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat,”. Dasar UU Otsus Melalui Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus-red) No. 21 tahun 2001 tentang pemberlakukan Otsus di Tanah Papua ini. Dengan hadirnya UU Otsus tersebut, keinginan rakyat Papua untuk menjadi tuan diatas tanahnya sendiri naik kepermukaan, namun faktor Irihati yang membatasinya. Pasalnya, sesuai berbagai bidang kerja, terutama di dunia kerja baik swasta maupun negeri. Mau tidak mau, suka atau tidak suka harus pihak yang berkompoten yakni Pemerintah maupun Perusahaan wajib berdayakan masyarakat local atau masyarakat asli daerah setempat. Dengan demikian, apakah ketika permintaan itu secara perlahan-lahan mulai terkabul, pantaskah kita sesama rakyat Papua harus saling caci maki, saling iri hati, saling tidak baku senang, saling beradu argument, saling siku menyiku, saling jual menjual, saling bermusuhan, saling ejek mengejek dan masih banyak lagi kata-kata keren negative lainnya ? (Ini pertanyaan untuk kita semua, dan jawabannya ada pada kita orang Papua sendiri) Penulis adalah salah satu korban dari sekian banyak masyarakat Papua, sehingga dapat dutuangkan dalam pengalaman penulis. Dimana, ketika kita hendak menjadi tuan diatas tanah kita sendiri. Apakah tidak pantaskah kita bekerja sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) di kantor apa saja? atau menjadi Operator Komputer? atau menjabat jabatan apa saja di instansi manapun ? ataukah kita harus tetap terus menonton orang lain yang merebut pekerjaan kita ini, sementara UU Otsus menjamin kita sebagai putra daerah harus menjadi tuan diatas tanah kita sendiri? (Ini menjadi pertanyaan terberat kita semua sebagai orang Papua, berdasarkan fakta dan realita yang terjadi selama ini). Sudah sepantasnyakah kita harus tinggal diam dan membisu di negeri kita sendiri, ataukah kita terus menerus meniti karir, walaupun banyak intimidasi, teror, bahasa yang tidak-tidak dan lain sebagainya datang dalam kehidupan kita. Semua itu bisa terjadi karena penyebabnya adalah kita sendiri orang Papua saling baku “Iri Hati” antara satu dengan lainnya, saling baku jual dan lain sebagainya (Faktor Irihati menjadi kebiasaan hari-hari kita seluruhnya di Tanah Papua, dan bahkan semua umat manusia di muka bumi ini. Lantaran ketidaksenangan orang lain hidupnya baik, pekerjaannya baik, atau ekonominya baik dan lain-lain-red). Sebenarnya, sudah sangat jelas sekali kita dengan sendirinya bekerja untuk saling mendukung, saling kerjasama, saling bahu membahu atau bahkan saling memberikan argument yang positif thingking, bukan sebaliknya yang negative thingking. Penulis salah satu Korban Okultisme di Kabupaten Deiyai (2009-2013) Penulis adalah salah satu dari sekian banyak korban yang di serang Lusifer selama ini melalui Kuasa Kegelapan oleh oknum-oknum tertentu yang diperalat oleh Lusifer di Kabupaten Deiyai. Khusus untuk penulis sendiri, serangan kuasa kegelapan mulai dilancarkan Lusifer kepada penulis sejak tahun 2009 hingga 2013 ini. Sekilas kesaksian penulis, yang akan penulis jelaskan sejak penulis mulai bertugas di Kabupaten Deiyai pada tahun 2009 hingga 2013 ini. Penulis adalah salah satu Putra Daerah Deiyai asal Bomou dan Puteyato Distrik Tigi dan Tigi Timur yang juga salah satu PNS pengangkatan pertama Formasi 2009 di Kabupaten Deiyai. Sambil menunggu SK PNS, penulis kala itu mendapat kesempatan untuk menjadi tenaga bantu di salah satu Instansi Pemerintahaan di Kabupaten Deiyai sebagai Operator. Bekerja sebagai Operator sangatlah tidak muda, seperti membalik telapak tangan ibu. Namun dalam penulis meniti karier di bidang Operator di Instansi teknis tersebut ternyata masih saja ada yang tidak senang. Sehingga mereka (oknum-oknum tertentu yang dipakai RAJA SETAN yakni LUSIFER) melancarkan Kuasa Kegelapan kepada penulis. Salah satu fakta dan realita yang terjadi dalam kehidupan penulis, dimana pada tahun 2010 dan 2011, penulis diserang kuasa gelap oleh Oknum-Oknum PNS tertentu di Deiyai berupa “Kuasa Gelap Roh Tali Hitam dan Roh Babi” mengikat kepala penulis hingga rasa-rasanya penulis hampir menuju pada kematian. Pasalnya, penulis mau beraktifitas seperti membuka laptop untuk kerja tidak bisa, menonton pun tidak bisa, kena AC atau kipas angin pun tidak bisa, rasa-rasanya semua isi otak kecil maupun otak besar yang ada di dalam kepala penulis hampir mau keluar semuanya. Puji Tuhan, karena Berkat Kuasa Tuhan Jesus juga Mujizat-Nya, penyakit kepala penulis dipulihkan, disembuhkan dan bahkan Nyawa penulis di selamatkan. Hal itu ketika penulis masih bekerja sebagai tenaga bantu di salah satu instansi di Kabupaten Deiyai. Penulis sangat bangga dan senang, karena kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat bahkan Mujizat Tuhan Jesus itu nyata. Dalam Kitab Matius 6:33, Filipi 4:6, dan Roma 8:31b menguatkan penulis sehingga dengan Hikmat dan Iman yang kokoh menjadi dasar bagi penulis dalam mempertahankan Tuhan Jesus dan Tuhan Jesus-lah yang menjadi Juru Kunci Keselamatan bagi penulis. Dan yang penulis harus lakukan adalah berusaha untuk mengampuni kepada orang yang melancarkan kuasa gelap kepada penulis bahkan yang tidak senang dengan penulis (dan bahkan saya berharap mereka pun harus berlutut di bawah kaki Tuhan Jesus alias Bertobat). Selain itu juga, bersaksi kepada sesama menjadi aktivitas sehari-hari penulis dimanapun penulis berada. Hentah itu di Rumah, Kantor, Pasar, Gereja atau dimanapun dan kemanapun penulis pergi tak luput dari kesaksian atas kedasyatannya Tuhan Jesus bagi penulis pada khususnya dan kita semua pada umumnya. Selain itu, sejak tahun 2012 bulan Oktober hingga bulan April 2013 atau sejak tulisan ini ditulis kuasa kegelapan terus menyerang penulis, dimana “Roh Binatang serangga berkepala tajam, Roh Babi, Roh Kepala Babi, Roh Ayam, Roh Orang Mati dan bahkan Roh-Roh Iri Hati yang kesemuanya itu bersumber dari satu kekuatan Setan yakni LUSIFER” mengintimidasi mata Kanan dan kepala penulis, sehingga mata kanan penulis terkena serangan “mata merah dan gejala Katarak” lebih kurang 6 bulan sejak penulis kena disantet oleh Roh-Roh setan tersebut pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013, dan pada bulan April 2013 atau disaat Tuhan Jesus bangkit dan kemenangan kita semua orang percaya (ketika perayaan Paskah-red). Kuasa Tuhan Jesus mengangkat semua roh-roh itu dari mata kanan penulis. (Tepatnya tanggal 15 April 2013, Mujizat Tuhan Jesus terjadi. Penulis disembuhkan oleh Tuhan Jesus Kristus. Keesokan harinya tanggal 16 April 2013 penulis dapat bisa melihat dan tanpa bantuan kaca mata lagi, dan penulis melakukan aktivitas pertama saat itu yakni mengikuti acara pengucapan syukur pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai yang dilakukan di Kampung Harapan Jayapura). Juga, penulis jatuh dengan mobil tepatnya 07 Februari 2013 sekitar jam 09.00 waktu Paniai, di Pugo Tiga, penulis dan beberapa penumpang lain selamat dalam kecelakaan maut itu. Sehingga penulis menyadari bahwa Mujizat Tuhan Jesus itu nyata, Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat, dan ini semua berkat Kasih, Karunia dan Anugerah dari Tuhan Jesus yang harus penulis bagikan melalui kesaksian ini kepada semua umat. Baik dengan melihat kondisi tanah Papua kita ini, mendengar setiap kesaksian dari semua anak-anak Tuhan termasuk penulis salah satunya dan membaca kesaksian penulis ini menjadi berkat bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan diakhir zaman ini. Menurut penulis, bidang Keagamaan ini 100 % harga mati dan harus menjadi prioritas semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Ketika penulis sembuh dan di pulihkan oleh Tuhan Jesus barulah timbul ide dalam pikiran penulis guna memberikan kesaksian kepada sesama manusia lainnya yang ada di Kabupaten Deiyai khususnya dan Tanah Papua umumnya, baik secara lisan maupun tertulis. Kesaksian secara tertulis yang telah dibaca oleh pembaca diatas ini penulis tulis tepatnya di tanggal 26 April 2013 pagi yang berawal dimulai dari Nabire dan berlanjut sampai selesai di Kabupaten Deiyai dan di muat ke media cetak atau media massa di saat-saat dekatnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai, yang rencananya akan di lantik di Jayapura, Provinsi Papua, tanggal 14 Agustus 2013 mendatang. Melalui tulisan ini, cukuplah hanya sebatas penulis yang menjadi korban beruntung. Dalam arti, bahwa walaupun penulis di serang berbagai macam Kuasa Kegelapan dan bahkan kecelakaan kendaraan oleh si Raja Neraka-Lusifer, tetapi Allah di pihak penulis dan bahkan tubuh dan terutama nyawa penulis dipertahankan dan diberikan kesempatan untuk tetap hidup oleh Tuhan Jesus. Sesuai dengan kitab Mazmur 138:7, yang berbunyi demikian, “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku. Terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” Dan juga kitab Roma 8:31b bahwa, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Kesimpulannya : “Faktor Penghambat Pembangunan dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Deiyai dan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah, sedang dan terus terjadi yang perlu kita atasi saat ini diantaranya seperti, “Iri Hati, cemburu, tidak baku hargai, saling menjatuhkan, saling membunuh dengan kuasa kegelapan (Tuba, Akaga, Meno, Kegoo, Emogou dll), Saling ketergantungan, tidak mau bekerja dan hanya berharap pada orang lain, Kemabukan, Penempatan PNS tidak berdasarkan Pangkat dan Golongan (hal itu terjadi lantaran Tim Sukses atau Utang Politik), Penempatan PNS tidak berdasarkan latar belakang ilmu yang didapat, Perjudian, Toto Gelap (Togel), KKN, Tidak Disiplin, Jarang Berdoa, Jarang Beribadah dan Berpuasa dan beberapa hal-hal negatif lainnya.” Akhir kata, dari hati yang penuh sukacita penulis sampaikan “Shalom” kepada Tuhan Jesus Kristus yang berikan penulis hikmat. Kepada semua Anak-Anak Tuhan, Hamba-Hamba Tuhan, Keluarga-Keluarga Tuhan, Bapak dan Ibu Pendeta, Gembala, Majelis, dan semuanya untuk dukungan dalam pelayanan Doa kepada Penulis dan keluarga. Baik berupa Doa Pribadi, Doa Keluarga, Doa Puasa sehingga kuasanya Lusifer melalui roh-rohnya berhasil dilumpuhkan dan dihancurkan oleh kuasa Tuhan Jesus Kristus. Perjuangan kita sebagai Prajurit-prajurit Kristus tidak hanya berakhir sampai disini, tetapi harus sampai pada kedatangan Tuhan Jesus yang kedua kalinya. Karena selain penulis, yang menjadi korban pembunuhan secara Okultisme oleh oknum-oknum tertentu yang di setir Lusifer, ada begitu banyak. Dan juga oknum-oknum yang memegang kuasa kegelapan pun juga sangat banyak perlu penulis, pembaca dan kita semua yang berkecimpun dalam dunia pelayanan harus selamatkan oknum-oknum tersebut dari si raja setan itu. Karena, kini kita telah berada di penghujung akhir zaman atau tidak lama lagi sang Raja Sorgawi akan datang, sehingga saatnya untuk kita Bersaksi, Melayani dan memerangi kuasa Kegelapan melalui kegiatan Bidang Keagamaan dimana saja kita berada. Melalui tulisan ini, semoga menjadi berkat bagi kita semua di akhir zaman ini. Tuhan Jesus memberkati kita. Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat. Mujizat Tuhan Jesus itu Nyata. Akhirnya penulis dan semua keluarga besar suku Meuwodide menyampaikan selamat dan sukses atas akan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Definitif perdana di Kabupaten Deiyai, Bpk. Dance Takimai dan Bpk. Agusthinus Pigome, masa periode kepemimpinan tahun 2013-2018, oleh Gubernur Provinsi Papua, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Sesuai jadwal yang sudah tersebar ke publik dan bahkan telinga penulis yakni berlangsung di Kantor Sasana Krida Gubernur Provinsi Papua Jayapura pada tanggal 14 Agustus 2013. Tuhan Jesus memberkati kepemimpinan Bapak berdua, dan semua Bupati/Walikota yang sudah terlebih dahulu dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua dan Papua Barat. Shalom semuanya...!!! (Penulis adalah Prajurit Kristus Akhir Zaman ”PKAZ” asal Distrik Tigi & Tigi Timur Kabupaten Deiyai. Juga Staf PNS pada Bappeda Kab. Deiyai dan Tokoh Pemuda peduli Bidang Keagamaan)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com