God Bless You All and Me

04 February 2011

Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo

Fenomena Helaybhu Yakheleh ‘Batu Ajaib’ Gemparkan Danau Sentani
Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo

HELAYBHU YAKHELEH, sebuah fenomena alam yang terjadi di sekitar perairan Danau Sentani, tepatnya antara Kampung Nendali (Netar), Ifar Besar, Asei Pulau, Yallow dan Ayapo dan sekitarnya, Selasa (1/2) kemarin. Munculnya fenomena alam ini sering mengkait-kaitkan dengan cerita-cerita mitos ataupun ramalan-ramalan bagi kehidupan dimasa yang akan datang.

Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.

Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.

Helaybhu Yakheleh dikenal oleh masyarakat di kampung-kampung tersebut sebagai sebuah ‘batu ajaib’ yang menyerupai payung dan sering muncul ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.Bagi masyarakat setempat keberadaan batu tersebut sudah ada sejak dulu kala, dan jarang sekali muncul ke permukaan. Jika Helaybhu Yakheleh muncul ke permukaan air masyarakat yang mendiami tepian danau Sentani sudah tahu apa yang bakal terjadi menurut cerita leluhur orang tua mereka.Seperti yang terjadi, Selasa (1/2) kemarin, meski banyak orang memprediksikan macam-macam terhadap fenomena Helaybhu Yakheleh yang muncul di sekitar perairan kampung Nendali, namun masyarakat disitu tetap tenang dan sudah mulai mewanti-wanti pertanda dari munculnya Helaybhu Yakheleh.

Munculnya Helaybhu Yakheleh kemarin cukup aneh dan menarik simpati ratusan warga yang kebetulan lewat disitu, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, untuk sekedar melihat-lihat dan juga mengabadikan fenomena aneh itu. Yakni setelah Helaybhu Yakheleh tenggelam nampak hamparan hewan laron membentuk hamparan pasir putih sepenjang 3 KM dari ujung Kampung Nendali sisi barat hingga ke depan pantai Kalkhote.

Juga tanaman ecenggondok seperti tertata rapih memagari hamparan pasir laron itu, bahkan tidak sedikit ikan-ikan busuk dan sampah yang juga mengapung bersama laron yang tebalnya mencapai 5 cm itu.

Konon jika Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda akan ada duka bagi keluarga Ondofolo yang mendiami perairan disekitar munculnya Helaybhu Yakheleh. Maria Pallo salah seorang warga Kampung Nendali yang ditemui kemarin kepada Bintang Papua menjelaskan, kehadiran Helaybhu Yakheleh itu harus dibayar dengan harta benda seperti manik-manik (Hemboni rela) Tomako batu (rela) dan barang berharga lainnya jika ada warga yang terjebak oleh kehadiran Helaybhu Yakheleh.

Sementara keberadaan laron-laron tersebut Maria menjelaskan dari cerita orang tuanya itu adalah hewan yang tiba-tiba keluar dari dalam air, dimana laron-laron tersebut berasal dari dalam perut ikan-ikan (muntah ikan) yang naik ke permukaan setelah Helaybhu Yakheleh menampakkan dirinya. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul kita harus bayar dengan Hemboni atau rela, agar bisa luput dari jebakan tersebut,” ujarnya.

Laron ini biasanya bersamaan dengan salah satu jenis rumput yang hidup di dasar danau makhluk inilah yang sering menjebak para nelayan di danau dan untuk melepaskan diri dari jebakan tersebut yakni membayar dengan barang berharga jika tidak maka nyawa taruhannya.

Namun cerita Maria tentang wujud Helaybhu Yakheleh ini sedikit berbeda dengan Jhon Modouw salah satu tokoh adat dari Kampung Waena. Bagi Jhon Modouw, Helaybhu Yakheleh adalah sosok dewa kematian yang dikenal oleh masyarakat Sentani yang wujudnya seperti tanah yang sering muncul ke permukaan air secara tiba-tiba.

Dan kehadiran Helaybhu Yakheleh itu seluruh warga Sentani telah tahu yakni untuk menuntut 1 nyawa seorang Ondoafi (Ondofolo) dari kampung terdekat munculnya Helaybhu Yakheleh. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda “dia” minta 1 nyawa Ondofolo,” ujar pria yang juga telah mengabadikan kisah Helaybhu Yakheleh dalam sebuah syair lagu yang diciptakannya dalam album Cyclop. Namun ada juga beberapa tokoh-tokoh adat di Sentani yang mengatakan munculnya Helaybhu Yakheleh karena adat Sentani mulai terusik dengan segala kepentingan dewasa ini. Dari informasi yang dihimpun Bintang Papua bahwa Helaybhu Yakheleh pernah muncul pada 1950, kemudian 1961, dan terakhir sekitar tahun 1996, dan kini muncul lagi pada 2011, apakah memang fenomena ini muncul pertanda akan ada kematian bagi keluarga Ondoafi ataukah fenomena ini muncul sebagai peringatan alam, ataukah juga fenomena ini hanya merupakan gejala alam semata yang merupakan wujud kemahakuasaan Sang Khalik? Sungguh Tuhan Maha Kuasa…!!! (Laporan Jimmy Fitowin, Sentani)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com