God Bless You All and Me

22 August 2010

Kadin Dikbudpora Deiyai buka Palang SMP Ayatei, disaksikan Kesek, Guru dan sejumlah Masyarakat

Hampir menjelang beberapa pekan, aktivitas proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri Ayatei Distrik Tigi Barat di hentikan. Hal itu di akibatkan terjadinya pemalangan yang di lakukan oleh sejumlah anak-anak murid sekolah tersebut, akibat ketidaklulusan mereka pada Ujian Nasional tahun 2010 ini.

Pemalangan akhirnya di buka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadin Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd usai bertatap muka di depan halaman SMP Negeri Ayatei dengan Kepala Sekolah setempat, Guru, Senior pendidikan dan beberapa Tokoh Pemuda, pada Sabtu (21/8) Siang lalu di Ayatei Distrik Tigi Barat, dan merekalah yang turut menyaksikan jalannya pembukaan palang sekolah tersebut oleh kadin Dikbudpora Deiyai.

Usai palang di buka, di hadapan Kepsek, Staf dan beberapa masyarakat, Kadin Dikbudpora Deiyai, Johanis Adii, S.Pd mengatakan “Berdasarkan keterangan di lapangan pemalangan itu dilakukan oleh anak-anak murid saat pengumuman keberhasilan karena tidak lulus ujian nol persen, maka secara resmi atas nama pemerintah setempat dalam hal ini Pimpinan Pendidikan Kabupaten Deiyai membuka palang tersebut. Jika sebaliknya kalau orang tua yang palang berarti saya tidak berani buka, tetapi karena anak-anak binaan kami yang palang dalam keadaan marah, maka saya ambil tindakan untuk membuka palang, supaya tidak menggangu proses PBM kedepan di sekolah ini.”

“Masalah palangnya SMP Negeri Tigi Barat di Ayatei ini, kita merasa sangat rugi apabila anak-anak itu tidak dihargai dan tidak mendapatkan pengetahuan, karena bangsa ini menginginkan supaya setiap anak bangsa diwajibkan memiliki pengetahuan yang semaksimal mungkin. Pasalnya, ketidakberhasilan dari anak-anak itu kembali kepada kepribadian anak-anak itu sendiri, dan juga diakibatkan karena kekurangan tenaga pengajar.”tegas John Adii ketika memberikan arahan di dalam ruangan sekolah tersebut, saat bertatap muka dengan Kepala Sekolah dan Staf SMP Negeri Ayatei serta sejumlah elemen masyarakat palang di buka.

Dikatakanya lebih lanjut bahwa jika kalau tenaga pengajar itu tidak lengkap sesuai dengan pelajaran yang ada bisa terjadi juga seperti itu. Guru-guru yang ada ini bidang mengajarnya bahasa inggris. Sementara disekolah itu bukan semua pelajaran yang dipelajari oleh Kepala Sekolah, begitupun juga dengan staf dan guru-guru lain yang juga bidangnya sendiri-sendiri.

“Jadi penyebab anak itu tidak berhasil juga tergantung pengajar, artinya bukan mereka tidak mampu tetapi bidangnya tentunya masing-masing. Kalau kelulusan itu menonjol apabila guru mata pelajaran ujian nasional tidak lengkap bisa saja terjadi demikian. Dan hal itu pun terjadi di seluruh indonesia tahun 2010 ini, dimana total keseluruhan sekolah-sekolah yang tidak lulus nol persen berjumlah sebanyak 240-an,”jelas Bapa yang pernah mengabdi puluhan tahun di Kabupaten Jayawijaya ini.

Diakhir arahannya, Adii mengatakan sebagai harapan dari kita semua baik pemerintah maupun masyarakat bahwa anak-anak bangsa kedepan itulah yang kita harus didik mereka, supaya mereka harus lebih pintar dan mereka bisa memajukan pendidikan ini kedepan khususnya di kabupaten Deiyai.

Maka dengan demikian, sekarang yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita di Pendidikan Deiyai yakni membenahi serta melengkapi apa yang menjadi kekurangan di dunia Pendidikan Deiyai, misalnya saja penambahan Guru-Guru mata pelajaran inti seperti Ipa, Mate-Matika, Fisika, Bahasa Ingg, ris untuk tingkat SD, SMP dan SMA/SMK serta melengkapi semua bangunan sekolah, mes guru, perpustakaan dan perlengkapan buku-buku serta lainnya yang menyangkut pendidikan.

Ditempat terpisah Kepala Distrik Tigi Barat, Frans Bobii ketika dikonfirmasi media ini, Minggu (22/8) mengatakan sangat berterima kasih sekali karena Kepala Dinas Dikbudpora Deiyai bisa turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung situasi dan kondisi (sikon) gedung sekolah yang di palang tersebut.

Untuk sekolah itu, Kata Frans Bobii. “Terjadi nol persen selama dua tahun dan akan juga imbasnya dengan sekolah-sekolah lainnya, jika kalau tidak diambil langkah oleh pihak pendidikan menyangkut perkecilnya sekolah-sekolah yang ada, supaya pendidikan itu bisa berjalan dengan baik, tidak hanya SMP tetapi juga harus ada pada tingkatan SD maupun juga SMA/SMK”.

“Terkesan bahwa mereka yang berkelas enam itu adalah mereka yang ambisi untuk menjadi kepala sekolah. Ini yang membuat kita pihak pemerintahan distrik dan pihak Pendidikan Kabupaten selama ini pusing untuk memikirkannya.”tegas Kadis Tigi Barat mengakhiri komentarnya dengan media ini. ……. (jga)

seLENgkapnya......

Bupati Deiyai : ” Tugas dan Tanggung Jawab kita semua berlandaskan Pengabdian ”

“Sebagai warga Kabupaten Deiyai kita pun memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama khususnya dalam membangun kabupaten kita ini dari berbagai ketertinggalan terutama di bidang pembangunan berupa apapun. Dan jika bila kita gambarkan atau ibaratkan pembangunan itu sama dengan uang logam yang sama sisi dan saling melengkapi dengan yang lainnya,”demikian di katakan Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage saat memberikan pidato kenegaraan pada peringatan upacara bendera HUT RI ke-65 (Selasa, 17-08-2010) belum lama ini di Lapangan Bola Kaki Waghete, Distrik Tigi Kabupaten Deiyai.

Untuk itu, kata Bupati Pakage patut di lakukan kembali peranan tugas dan tanggung jawab birokrasi dilandasi pengabdian serta pimpinan birokrasi diharapkan harus memberikan koreksi serta kontribusi yang baik kepada masyarakat melalui pembangunan yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan di daerah ini, sebab yang telah kita lakukan dalam hidup harus sesuai dengan talenta dan potensi kita masing-masing.

Dengan demikian. Kata orang nomor satu pada pemerintahaan Kabupaten Deiyai ini yakni, pentingnya meningkatkan pembangunan dengan memberlakukan atau mengutamakan prospektif, proyektif dan sejauh mana langkah-langkah dalam mengikuti penurunan perubahaan melalui karya nyata kita bagi daerah bangsa ini terutama kabupaten Deiyai saat ini dan kedepannya. Oleh sebab itu, maka tugas utama kita selanjutnya adalah melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan artinya dengan semangat talenta dan profesi serta tanggung jawab, kita menyadari terutama masih sangat banyak terjadi disekitar kita, hal-hal yang negatif diantaranya bencana alam, kerusakan lingkungan, pengaruh global, praktek kriminalitas sampai dengan ancaman-ancaman lainnya.

”Berbagai upaya kita perjuangkan untuk masyarakat sesuai kebijakan pemerintah daerah kabupaten Deiyai melalui visi dan misi tersebut yang akan dilakukan secara bertahap, diantaranya. Pertama, Peningkatan ketagwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Kedua, Peningkatan kualitas SDM di aparatur terhadap masyarakat gunung. Ketiga, Peningkatan kualitas kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat. Keempat, Perbaikan ekonomi kerakyatan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelima, Menjadikan Kabupaten Deiyai yang terbuka dari terisolasi daerah tertentu dan jembatan dalam menghubungkan distrik yang satu dengan distrik yang lain.

Keenam, Dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahaan dan pembangunan sebagai kabupaten Deiyai yang baru berusia satu tahun telah meletakan pondasi supaya letak kerja Bupati Carateker diantaranya seperti : Menata Kelembagaan dan Organisasi. Membuat SKPD. Melantik dan menetapkan pejabat teras. Menata perkantoran dan administrasi. Dan membentuk serta melantik anggota dewan yang sebagaimana akan di lakukan dalam waktu dekat.”ujar Bupati Deiyai......(jga)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com