God Bless You All and Me

01 March 2010

Seorang Bapa Buta Huruf dan Primitif, ”Berdasarkan Kisah Nyata”

Kalau disimak tentunya, kita akan tidak percaya sesuai dengan judul diatas. Tetapi perlu diketahui bahwa tulisan ini adalah fakta dari realita seorang suami (bapa) yang tidak berpendidikan serta primitif di daerah pegunungan Irian Jaya (sekarang Papua) Kabupaten Jayawijaya lembah baliem wamena, yang mengawini lebih kurang 40 istri ditambah 1 istri berkulit putih, berambut pirang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat.

Cerita ini benar-benar terjadi berdasarkan kisah nyata dari hasil olah data penulis melalui bincang-bincang singkat dengan, Solaiman Hubi. Realita ini terjadi di pedalaman papua lembah baliem wamena yang memang memiliki keunikan tersendiri diantara suku-suku di tanah papua lainnya, sungguh luar biasa sekali cara dan siasat seorang suami menghadapi puluhan istri yang dikawininya.

Buktinya didalam rumah tangga itu terciptanya suasana keluarga yang rukun, tentram damai serta terjalin mesra diantara satu istri dengan istri lainnya yang dilakukan oleh satu suami. Ia adalah kepala suku terkenal di wamena tahun 70-an.

”Siapa namanya,”tanya penulis. ”Obahorok namanya,”jawab Solaiman Hubi, putra asli lembah baliem wamena yang mengabdikan diri sebagai guru administrasi di SMP Negeri Bintuni, ketika berceritera dengan penulis, beberpa waktu lalu.

Walau putra wamena ini telah merantau di Teluk Bintuni hampir 20-an tahun, namun kisah pengalaman dari seorang bapa buta huruf dan primitif ini, belum hilang diingatannya. Ceritanya lanjut, obahorok ini adalah sosok bapa buta huruf dan primitif yang pula adalah pencipta lagu ”Suburnya Tanah di Papua” yang di liris oleh kelompok penyanyi terkenal tahun 70-an (Black Brothers).

Setiap istri mendapatkan satu honai (rumah asli masyarakat pegunungan tengah-red), dimana setiap pintu honai menghadap ke pintu dapurnya masing-masing. Jika dianalisa, tanggung jawab seorang suami ini sangat berat untuk menanggung kelangsungan hidup keempat puluh nasib istri agar mereka tidak saling mengeluh antara satu dengan lainnya, justru malah keempat puluh istri tersebut berjalan diatas satu rel. Apalagi diantara keempat puluh istri itu, bapa obahorok menikah lagi dengan seorang wanita muda berkulit putih berambut pirang asal Amerika Serikat.

Menjadi pertanyaan, mengapa dan kenapa kesemunya istri itu tidak pernah bertengkar, namun malah dari waktu ke waktu semakin tambah akrab, di mulai dari keempat puluh istrinya hingga 1 wanita amerika serikat berkulit putih itu.

Malah kekompakkan dalam kehidupan mereka terlihat aman, tentram serta sangat bahagia sekali di tahun tujuh puluhan itu, hingga sampai sekarang kebiasaan tersebut masih terus dilanjutkan oleh turunan kepala-kepala suku lainnya di daerah lembah dingin papua bagian tengah.

Apa Rahasianya?

Ikuti selanjutnya alur ceritanya..........Bapa buta huruf dan primitif ini, dengan pakaian khas adat hari-harinya yakni ’Koteka’ didalam kepemimpinannya sangatlah unik, sehingga dengan kemampuan serta kecerdasan yang dimilikinya membuat 41 perempuan tergila-gila padanya, jika di banding dengan zaman reformasi sekarang ini, hal semacam itu tentulah sulit dijumpai.

Buktinya, pada era reformasi sekarang ini, begitu banyak orang yang pintar dan berpendidikan tinggi namun untuk menghadapi seorang istri saja sangat sulit, apalagi menghadapi banyak istri seperti yang dihadapi oleh kepala suku Obahorok itu. Pokoknya, sangat sulit sekali menghadapi satu istri, apalagi banyak istri justru tambah sulit dua kali lipat.

Mungkinkah tidak beres tanggung jawabnya membuat pemimpin rumah tangga selalu mendapat teguran serta omelan dari sang kekasihnya. Begitulah, sosok bapa buta huruf dan primitif ini, yang boleh dikatakan tidak mudah dalam tanggung jawab pribadinya sebagai seorang suami yang luar biasa membuat semua istri itu memberi senyum manis serta rasa cinta bercampur rindu dari 41 istrinya kepada sang suami kepala suku pertama di lembah baliem itu.

Dengan penuh penasaran seorang pemuda berinisial Haire datang dan bertemu Obahorok, lalu bertanya sambil memohon katanya, ”Bapa Obahorok yang mulia tolong bantu saya memecahkan permasalahan saya, sebab istri saya satu, tetapi sangat sulit diatasi serta terlalu banyak rewel, sedangkan jika sebaliknya kalau dilihat istrinya bapa sangat banyak, namun justru malah mereka hidup berdampingan terus diantara kesekian istri yang satu dengan istri lainnya. Apa rahasinya?”tanya Haire.

Dengan polos, jawab Obahorok”Semua itu, rahasinya tergantung kita, apakah mau maju atau mundur.”katanya. Alasan itu dikemukakan Obahorok, karena dalam kehidupan rumah tangga seseorang hentah itu istrinya satu...dua...tiga atau banyak istri seperti saya, kita yang mengaturnya dan jangan sekali-kali ada orang yang mengatur rumah tangga kita, jika demikian maka celakalah kita,”jawabnya singkat.

Merasa ingin dibagikan pengalamannya, kata Solaiman bahwa obahorok mengatakan dirinya memiliki banyak istri dengan satu kunci sukses yakni mengambil jalan alternatif dan jalan pintas. ”Kalau tidak mengatur dengan baik hak-hak istri, maka sasarannya adalah suami yang salah sehingga sudah tentunya sang suami pasti akan diteror oleh semua istri,”ucapnya.

Untuk itu, kata Obahorok kepada Haire bahwa rahasia yang dipakai dirinya untuk meredam kepentingan semua istri, itu berawal dari setiap siasat yang dilakukan dirinya tidak satu pun istri yang tahu. Siasat tersebut misalnya seperti ketika setiap kali ada hasil buruan binatang (babi hutan kuskus dll-red) itu, dirinya tidak membawa langsung serahkan didepan semua istri, tetapi hasil buruan binatang itu di potong dan selanjutnya dipisah atau dibagi-bagi sebanyak 40 bakul sesuai pembagian jatah setiap hak istri itu diluar rumah, lalu menungguh hingga malam menyinsing.

Disaat malam tiba posisi istri tetidur lelap di masing-masing honai, barulah hasil buruan itu di ambil satu per satu, di mulai pada malam itu, Ia melakukan pembagian jatah bergilir di masing-masing honai secara rahasia pada malam senja.

Rahasia itu di curahkan melalui kata ”Aku Cinta kau (I Love You-red), yang lain tidak. Ini bagian dari hasil buruanku untukmu, tolong jaga rahasia cinta kita baik-baik, jangan sampai teman-temanmu yang lain tahu tentang hubungan cinta kita,”tutur Obahorok yang dikisahkan Solaiman Hubi kepada penulis.

Secara terpisah tanpa diketahui istri-istri lainnya satu per satu tentunya memperoleh hak dan bahasa cinta yang sama tanpa ada perbedaan. Apa yang dilakukan oleh istri-istrinya? Pada akhirnya, 41 istri dari bapa buta huruf dan primitif ini saling menghina di dalam hati mereka masing-masing. Sehingga yang dilakukan para istri-istri tersebut dari waktu ke waktu menghadapi setiap tugas dan pekerjaan mereka sambil tersenyum manis, sembari mempertaruhkan cintanya masing-masing guna menjadikan satu suami menjadi suami mereka semua.

Hasil akhir dari misi Obahorok, adalah tersenyum sambil memantau bahwa Ia telah berhasil dengan sukses menghadapi kehidupan dalam rumah tangga yang terasa begitu berat dirasakan oleh semua istri-istrinya. Walaupun baginya perjalanan yang ditempunya itu tentunya akan terasa begitu banyak tantangan ”kisah Hubi dalam cerita akhirnya dengan penulis.

Pengalaman dari seorang bapa ini menjadi pelajaran penting bagi penulis dan pembaca dalam menghadapi suatu tantangan di masa orde reformasi ini, terutama dalam manapak kaki menelusuri perjalanan kisah seorang bapa buta huruf dan primitif dari pegunungan tengah lembah baliem wamena..... Semoga (Jemmy Gerson Adii)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com