God Bless You All and Me

01 March 2010

Sekilas Kampung Kwadeware

“Yonokhong” adalah nama sebutan untuk kampung Kwadeware saat ini, yang mana Yonokhong adalah nama yang diberikan oleh nenek moyang. Kata “Yo” berarti “kampung” dan kata “Nokhong” berarti “Hitam”. Jadi Yonokhong adalah Kampung Hitam yang mana dikenal dengan sebutan kampung Kwadeware. Kampung kwadeware berada di Distrik Waibu atau Sentani Barat Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Barat.

Jarak antara Kampung “Yonokhong” (Kwadeware) dengan kota Jayapura sangat jauh, dimana perjalanannya bila ditempuh dari Abepura memakan waktu  2 jam perjalanan.
Menurut Bapak J. Marweri salah satu tokoh masyarakat setempat ketika di wawancarai media beberapa pekan lalu mengatakan umumnya masyarakat di kampung kwadeware menggunakan perahu perempuan di sebut IPO dan perahu laki-laki di sebut IPA yang merupakan sarana transportasi bagi masyarakat setempat. Kedua perahu memiliki ukuran yang berbeda, untuk IPO lebih besar sedangkan IPA lebih kecil.

Selain kedua perahu tersebut, katanya masyarakat kampung kwadeware juga menggunakan sarana Motor tempel (Jonson) untuk transportasi dari Kwadeware ke daerah Pantai Patow (Toware Pantai). Setelah masyarakat menggunakan Jonson dan perahu sebatas transportasi laut, selanjutnya transportasi dari patow menuju pasar baru sentani masyarakat menggunakan motor (ojek) bahkan mobil (taxi). Dari sana masyarakat bisa juga turun di kampung Toware dan Kehiran, untuk Toware termasuk RW II dari kampung Kwadeware yang adalah bagian RW I.

Di Toware masyarakat dapat menggunakan taksi untuk sampai di balai kampung memakan waktu  20 menit, sedangkan untuk sampai di Toware bila menggunakan ojek  10 menit sampai di balai kampung dan dari sana ke kota bila ditambah perjalanan dari pantai Toware (Patow) memakan waktu  30 menit.

Perjalanan yang ditempuh bila menggunakan perahu “IPO” maupun “IPA’  15 menit untuk mencapai pantai patow (pantai Toware), beda dengan menggunakan Jonson, kalau menggunakan Jonson perjalanan  8 menit dengan biaya sebesar Rp. 3.000, - Rp. 5.000,- tergantung jarak yang ditempuh dari pantai Toware ke kampung atau juga sebaliknya dari kampung ke pantai Toware.

Dikatakannya lanjut, kampung kwadeware merupakan salah satu kampung bersejarah dan juga yang tertua di daerah Sentani Barat dengan batasan wilayahnya yang dapat diketahui yaitu, Batasan wilayah utara berbatasan dengan kampung Kehiran I, Batasan wilayah Selatan berbatasan dengan kampung Dondai, Batasan wilayah Barat berbatasan dengan kampung Doyo Lama, Batasan wilayah Timur berbatasan dengan kampung Homfolo.

“Kampung Kwadeware merupakan suatu nama kampung yang termasuk di dalam suku bangsa Papua di daerah Sentani Barat. Bahasa daerah yang digunakan yaitu bahasa Sentani barat yang juga adalah bahasa ibu, kampung Kwadeware. Dalam penggunaan bahasa Indonesia dapat kita dengarkan penekanan-penekanan kata berdasarkan dialek/logat yang memiliki pada bahasa sehari-hari mereka.“ujarnya.

Kampung Kwadeware ini dibagi ke dalam beberapa wilayah serta pembagian wilayah kampung Kwadeware di bagi menurut jumlah Rukun Wilayah (RW) terdiri dari RW I, RW II dan RW III. Pasalnya, RW I terletak di kampung Kwadeware, RW II terletak di wilayah Toware dan RW III terletak pada wilayah Yotoro Yomanjo, yang merupakan sebuah pulau yang terletak atau berdekatan dengan sebelah pulau Kwadeware (Yonokhong). Luas wilayah kampung Kwadeware  26.58 Km2/265.800 Ha dari sumber data kantor kampung Kwadeware.

Keadaan Alam

Sementara itu, Ia menuturkan keadaan permukaan Tanah di kampung Kwadeware merupakan sebuah pulau yang memiliki 2 bukit kecil dan permukaan Tanahnya tidak cukup luas karena dapat dilihat bahwa di pulau Kwadeware permukaan Tanahnya banyak batu, karena daerah ini juga merupakan daerah berbatu dan berTanah padat. Sama hal pula juga dengan pulau Yotoro yang berbukit-bukit sedangkan wilayah Toware memiliki Tanah datar sampai berbatasan dengan Kehiran I.

Keadaan Danau di Perairan Kwadeware pada daerah pesisir berbatu kecil (kerikil) dan berumput danau (lumut), sedangkan di daerah bagian dalam berlumpur juga berlumut (rumput danau). Danau ini memiliki air yang cukup bersih. Daerah perairan juga biasanya bergelombang bila saat datang hujan dan angin, sedangkan sebaliknya kalau tidak ada hujan maka airnya tenang kembali.

“Keadaan Flora (tumbuhan) yang ada di kampung Kwadeware bermacam-macam jenis, walau daerah tersebut berbukit dan berbatu namun memiliki berbagai macam tumbuhan. Diantaranya seperti; kelapa, pohon sagu, jambu, dan tanaman-tanaman lainnya juga ada tumbuhan yang menjadi konsumsi keluarga maupun dapat dijadikan sebagai bumbu masak di dapur seperti pohon jeruk, dan lainnya. Selain itu juga ada terdapat berbagai macam jenis tanaman obat tradisional (Ethno medicine).”paparnya, ketika memberikan keterangan kepada web blog ini.

Lebih jauh diutarakannya, keadaan Flora dan Fauna di kampung ini sudah menyatu dan diantara hewan dan tumbuhan sangat membutuhkan antara satu dengan lainnya. Bila dilihat dari jenis Fauna yang ada di kampung ini bermacam-macam dapat dikatergorikan dalam hewan yang hidup di darat seperti, babi “obo”, anjing “Yokhu”, ayam dan lain-lainnya.

Hewan diair terbagi dalam berbagai macam jenis ikan seperti ikan gabus hitam (khayauw), ikan gabus merah (khase), ikan mujair, gate-gate (sejenis mujair/khase besar), gate-gate jenis kecil (khandei), udang (nekheiv), kura-kura danau (ebenu). Sedangkan hewan yang ada di udara seperti burung bangau putih, bangau hitam, burung kipas, burung mata merah atau burung “ Eke “ dan jenis burung-burung lainnya baik besar maupun kecil yang hilir mudik berterbangan disekitar kampungs.

Kwadeware memiliki iklim yang tropis yaitu musim panas dan musim hujan. Kedua musim ini biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. Menurut informasi dari warga masyarakat setempat bahwa biasanya musim hujan terjadi dari bulan Januari sampai bulan Maret selanjutnya akan terjadi musim panas namun biasanya juga musim tersebut tidak menentu.

Demikian sekilas bincang-bincang singkat antara media ini dengan salah satu tokoh masyarakat kwadeware……!!! (Jemmy Gerson Adii)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com