God Bless You All and Me

01 March 2010

Kesejahteraan Guru dan Medis Perlu di Perhatikan

Sepertinya pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil dan pelayanan pendidikan bagi seorang guru perlu di tingkatkan, mengingat karena salah satu kondisi akses dari kota ke daerah-daerah pedalaman tersebut cukup jauh, sehingga mengakibatkan masalah pendidikan dan kesehatan di Tanah Papua terbilang sampai kini masih tertinggal.

Saat ini masyarakat di daerah terpencil baik di pesisir pantai/pulau maupun pedalaman sedang meminta pertolongan, sama siapa mereka harus mengadu, guna mendapatkan pertolongan pertama, atas penderitaan yang mereka derita serta ilmu pengetahuan yang terbatas.

Kini masyarakat terus bertanya dan bertanya kapankah, penderitaan yang mereka derita ini dari waktu ke waktu mengalami peningkatan, dalam artian pelayanan kesehatannya secara drastis dari waktu ke waktu menurun atau berubah. Hal itu bisa saja nampak, diakibatkan karena petugas kesehatan yang melayani mengalami keterbatasan sarana, prasarana pendukung dalam melayani pasien serta juga tidak terlepas lagi dengan kurangnya kesejahteraan petugas medis bahkan para pendidik, yang belum semaksimal dilihat oleh Pemerintah itu sendiri.

Lain halnya juga dengan pendidikan, dimana setiap tanggal 24 November di seantero dunia terutama di Tanah Air Indonesia lebih khususnya lagi di Tanah Papua bagi guru-guru tengah memperingati hari persatuan guru-guru se-Indonesia atau yang lebih di kenal biasanya disingkat hari (PGRI).

Akankah dengan peringatan hari bersejarah bagi sang guru-guru tercinta ini mendapat perubahan di saat-saat mendatang, ataukah hal separah lagi yang tentunya bakal menjadi batu sandungan bagi mereka.

Hal-hal seperti itulah yang pantas menjadi pelajaran penting bagi para penentu kebijakan dalam hal ini pihak Pemerintah Daerah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk setiap waktu diharapkan selalu memberikan petunjuk yang baik terutama bagi sang pendidik maupun sang tenaga medis di bidang kesehatan dan bidang pendidikan dari keterpurukan, ketertinggalan, kebodohan, kemalasan serta penderitaan hilang drastis.

Lebih khususnya para guru-guru baik yang mengabdikan dirinya di tingkat TK hingga sampai tingkat SMA, bukan malah Pemerintah hanya menerima masukan sesaat dari guru-guru bahkan tenaga medis tersebut kemudian dicuekin (ditinggalkan) keluhan itu begitu saja, namun perlu disimak, dipelajari, ditelilti, dikaji, dibahas, dipertimbangkan serta di realisasikan hak-hak guru dan tenaga medis mereka dengan baik.

Faktor-faktor yang dimaksud misalnya seperti pentingnya meningkatkan kesejahteraan bagi para guru-guru, intensif serta masih banyak lagi keluhan-keluhan yang terpendam di hati para pendidik ini, sama hal pula juga dengan para tim medis, dengan adanya perhatihan dari Pemerintah maka di hari yang bersejarah ini bagi guru dan tim medis mulai lebih kiat-kiatnya meningkatkan kinerja mereka.

Hal inilah, yang menjadi kejelihan dari penulis untuk menulis apa saja yang menjadi jeritan dan tangis dari rentetan-rentetan sang pendidik bahkan sang tim medis yang ada di persada Indonesia ini, terutama para pendidik yang mengabdikan diri di daerah-daerah terpencil atau pedalaman, yang hendak meminta pertolongan, hentah kepada pimpinan di tingkat kabupaten/kota, di tingkat provinsi atau kah di tingkat pusat?
Ini menjadi suatu problematika dalam setiap benak para pendidik, ketika meminta pertolongan kepada pemimpinya setingkat kota/kabupaten hingga pusat, yang dilontarkan adalah akan ditanggapi secara bertahap-tahap, namun malah dari tahun ke tahun sebaliknya dengan bahasa kasarnya tidak ada realisasinya.

Melalui tulisan ini, kembali penulis ingin mengingatkan terutama kepada para penentu kebijakkan untuk terus meningkatkan kinerjanya khususnya dalam meningkatkan dua bidang terpenting dan terutama di muka bumi ini untuk dapat menjadi dasar-dasar dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan berTanah air yakni di bidang kesehatan maupun bidang pendidikan.

Mengapa, sebab ketika bidang kesehatan baik, maka anak-anak putra daerah akan bersekolah dengan baik pula, namun tidak luputnya juga dengan mensejahterahkan para pendidik serta para tim medis, sehingga kinerja mereka bisa lebih baik di waktu-waktu mendatang dengan satu tekad, ”Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo” atau ”Hari Esok Lebih Baik Dari Hari Ini dan Hari Ini Lebih Baik Dari Hari Kemarin” atau Awetako Ena Agapida (motto Kabupaten Paniai) dan Pelan-Pelan Tetapi Pasti Jadi (motto Kabupaten Deiyai........Semoga !!!!! (Jemmy Gerson Adii)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com