God Bless You All and Me

28 February 2009

Sumber Pemberdayaan Masyarakat Ada pada Generasi Muda

Isu pemberdayaan masyarakat semakin membumi di seantero jagad raya, dari pelosok hingga penjuru pusat, setiap detik dan waktu yang panjang pastilah orang sering membicarakannya. Banyak pakar yang mencoba menuangkan pikirannya berdasarkan latar belakang pendidikan yang dimilikinya dalam mengangkat derajat kehidupan masyarakat agar lebih layak.

Tak sedikit halangan dan rintangan yang menghadang di depan, 250 juta jiwa, sebagiannya masih hidup di bawah garis kemiskinan, semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Bagaimana caranya agar jumlah ini tidak semakin bertambah, justru itu yang menjadi pemikiran semua orang pintar di negeri ini. Banyak sekali program yang digulirkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, namun tidak banyak yang berhasil.

Polarisasi mayarakat yang semakin kompleks lebih memberikan kemalasan bagi mereka untuk memikirkan lebih maju, cukup makan dan hidup saja sudah dibilang syukur, ngapain memikirkan urusan pemerintah yang tidak jelas juntrungannya (tujuannya). Sedikit saja yang mau menerima berbagai program pemerintah, mulai tahun 1999 hingga 2009 ini telah banyak produk pemberdayaan masyarakat yang produksi oleh pemerintah.

Sebut saja JPS hingga P2KP sekarang ini, tujuan dan arahnya sangat jelas sekali – semuanya menggambarkan bagaimana caranya mengangkat derajat hidup masyarakat marjinal (kaum terpinggirkan). Banyak tenaga lapangan yang dihasilkan oleh peluang-peluang tersebut namun tidaklah cukup mengcover berbagai kebutuhan yang di tengah-tengah masyarakat, lalu sampai kapan kehidupan kaum marjinal tadi dapat terangkat, sangat berat dan sungguh-sungguh berat.

Apakah ada salah penafsiran mengenai program ini, sama sekali tidak tetapi biasanya yang namanya masyarakat banyak sekali kebutuhan yang harus dipenuhi, sektor pendidikan, kesehatan dan kemitraan dalam ekonomi kerakyatan. Sama halnya ketika sebuah tulisan yang dihasilkan oleh seorang pakar ekonomi kerakyatan sekelas Mubyarto banyak menjadi inspirasi bagi negara ini dalam memajukan masyarakat petaninya.

Kekhususan sebuah masalah menjadi sumber utama dalam rangka merancang dan memetakan berbagai kondisi kebutuhan masyarakat, tidak sedikit diantara mereka yang berbesar hati mau menyumbangkan tenaganya dalam memajukan program-program pemerintah. Generasi muda, tepat sekali – mereka lebih layak dikatakan sebagai agen pembaharuan di negeri ini, adalah mereka yang mampu menuangkan segala kemampuannya dalam memenuhi tuntutan itu.

Dari sisi aspek kematangan emosional belumlah terlalu layak, namun bagi mereka ide serta gagasan lebih merupakan senjata dan pelurunya, jika salah satunya tidak ada maka tidak dapat jalan. Mereka kebanyakan dipakai untuk memberikan motivasi kepada masyarakat yang ada agar lebih mengedepankan kehidupan layak, tetapi pakah lehidupan layak itu telah mencukupi semuanya ataukah harus mencari dan mencari.

Sebagai kaum yang seringkali merasa tertindas, tidak jarang kalau ada keinginan dari mereka untuk berdiam diri, apa sebabnya ! tiga dekade yang lalu jiwa mereka telah tercabik-cabik oleh hegemoni kekuatan ningrat (kelas atas). Barulah sekarang mereka mau di berdayakan, kalau mau dibilang terlambat, ya memang kenyataannya begitu karena sudah berapa banyak keturunan mereka yang hidup masih di bawah garis kemiskinan.

Penindasan seperti inilah serupa dengan kondisi yang pernah dialami masyarakat marjinal Brazil, dimana dari segi pendidikan mereka sangat terbelakang namun secara mengejutkan muncul salah seorang pemikir dan penggagas kenamaan, yang mencurahkan pikirannya pada pendidikan sehingga akhirnya tercipta masyarakat yang madani yang mampu mensejajarkan diri sengan kaum lainnya, ini merupakan kronologis pemberdayaan masyarakat (baca : paolo freire)

Pemberdayaan harus merasuk dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat marjinal, melalui mana, tentunya melalui ketersediaan ruang gerak dalam merefleksikan setiap tuntutan dan dukungan atas sebuah kaum. Sikap bergantung akan sebuah keunggulan sedemikian rupa kalau bisa di minimalisir, sehingga yang ada keinginan untuk berkarya dan berupaya menciptakan suatu model.

Masing-masing program memiliki kelebihan dan keunggulan dalam berbagai bidang kerja, yang jelas bagaiamana bisa memberikan rangsangan agar program-program pemberdayaan masyarakat tersebut bisa berhasil. Sumbangan pemikiran dari para stakeholder sangat membantu sekali, sebab berhasilnya senuah program bukan dilihat dari upaya orang per orang tetapi lebih merupakan kerja keras dari semua orang, feed backnya harus jelas.

Penyebaran dan penymarataan daerah dengan berbagai program pemberdayaan sedikit banyaknya menekankan pada suatu formulasi untuk menciptakan suatu kekuatan pemersatu bagi kubu fasilitator sekaligus merupakan tenaga tambahan dalam rangka mengangkat serta memajukan masyarakat. Dari desa ke desa, program seperti ini harus menjangkau dan tersebar luas, paketan program disesuaikman dengan kemampuan dan kebutuhan daerah dan tidak selamanya sama.

Bukan jaman orde baru lagi, semua program dijadikan sama, apa keuntungannya bagi masyarakat – tidak ada sama sekali. Tenaga-tenaga muda yang ada sekarang ini merupakan ahli di bidangnya masing-masing, mereka di cetak untuk memenuhi panggilan rakyat dan sebagai agen muda pembaharuan harus rela melakukan itu semua, mereka dipersiapkan untuk melaksanakan tugas mulia, tanpa pamrih sudah menjadi kewajiban, banyak bekerja sudah merupakan tuntutan, karena mereka merupakan penentu dalam keberhasilan program tersebut, salam generasi muda……Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com