God Bless You All and Me

09 February 2009

Masyarakat Moni Rayakan Ucapan Syukur atas Hadirnya Kabupaten Intan Jaya

Bertempat di lapangan bola kaki Desa Yokatapa Distrik Sugapa, Jumat (9/01/2009) beberapa waktu lalu dilangsungkannya kegiatan pesta bakar batu. Kegiatan itu di hadiri lebih kurang 1000-an masyarakat Moni, Nduga, Dani dan Suku nusantara. Sementara dari lima distrik hanya yang hadir dua kepala distrik yakni Kepala Distrik Sugapa, Bartolomius Mirip, S.pd dan Kepala Distrik Wandae, Markus Miagoni.

Ucapan syukur yang di rayakan masyarakat Moni dan pimpinan pemerintah distrik yakni sebagai tanda hadirnya Kabupaten Intan Jaya yang di sahkan oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008 silam. Dimana, UU. NO. 54 untuk pemekaran Kabupaten Intan Jaya dan UU. NO. 55 untuk pemekaran Kabupaten Deiya.

Untuk diketahui kegiatan yang sama pula juga di lakukan oleh masyarakat moni, baik yang ada di Jawa-Bali, Manado, Jayapura, Timika bahkan Paniai.

Kali ini atas inisiatif dari masyarakat lima distrik maka di rayakannya kegiatan pengucapan syukur yang sesuai kebiasaan setempat yakni melalui pesta bakar batu di laksanakan kegiatan ini di ibu kota kabupaten, dengan jumlah masyarakat yang hadir lebih kurang 1000-an yang tinggal dan mendiami di 14 Desa Distrik Sugapa diantaranya, Bilogai, Puyagia, Yokatapa, Joparu, Mamba, Titigi, Eknemba, Ugimba, Bilondoga, Emondi, Mindau, Jalae, juga hadir pula masyarakat dari empat distrik lainnya yakni Distrik Hitadipa, Distrik Agisiga, Distrik Homeo, Distrik Wandae.

Kegiatan pesta bakar batu ini di pimpin oleh Kepala Distrik Sugapa, Bartolomius Mirip, S.Pd di awali dengan penyampaian kisah perjuangan hadirnya Kabupaten Intan Jaya ini.
Sebagai awal kata dalam penyampaian kisah perjuangan, Kepala Distrik Sugapa, Bartolomius Mirip, S.Pd mengatakan bahwa hadirnya Kabupaten Intan Jaya itu atas kerja sama semua pihak tanpa terkecuali termasuk masyarakat Moni, Ndauga dan Dani yang ada di sini (Sugapa-red).

“29 Oktober 2008 lewat DPR RI sahkan RUU pemekaran Kabupaten Deiya dan Kabupaten Intan Jaya menjadi UU”kisahnya. Dikatakannya, untuk perjuangan ini sangat banyak hambatan dan halangan, tetapi kita sebagai suku moni bisa melewati itu dengan sendirinya, serta juga tidak terlepas dari penyertaan sang Bapa di Sorga kepada kita.”ungkapnya dan mendapat aplaus dari semua masyarakat yang ada di tempat kegiatan itu.

Selanjutnya, kegiatan ini di awali dengan Doa Syukuran yang di bawakan oleh Pdt. Timotius Miagoni.

Dalam sambutannya Kepala Distrik Sugapa, Bartolomius Mirip, S.Pd mengatakan dengan dilanghsungkannya syukuran ini kita dapat membagi rasa sukacita diantara semua pihak, sebab untuk memperjuangkan segala sesuatu memanglah sangat berat. Untuk itu Ia menghimbau agar semua komponen masyarakat perlu terus membina serta menjaga kesatuan dan persatuan, sebaliknya tanpa ada hal itu (kesatuan dan persatuan-red) berarti tidak ada damai diantara kita.

Sekarang UU sudah ada di tangan Bupati beberapa waktu lalu yang mana diantar langsung oleh Max Aruri (Biro Pemerintah Provinsi Papua), di rencanakan dalam waktu dekat UU tersebut akan di serahkan dari pemerintah kabupaten Paniai kepada Deiyai dan Intan Jaya.

Sementara itu ditempat yang sama, Danramil Sugapa, George T dengan mengatakan dengan tegas bahwa jika semua intelek dan masyarakat inginkan kabupaten, nah sekarang saat lagi untuk kita tinggalkan perang marga/suku. Tetapi marilah kita jemput kabupaten ini dengan damai, serta pentingnya anak-anak generasi di sekolahkan.

Di tempat yang sama, mewakili Pastor Paroki Bilogai, Frater Yudhy mengatakan Tanah ini adalah tanah terberkati, oleh sebab itu kalau Intan Jaya hadir disini bukan hasil usaha 1 atau 2 orang saja tetapi hasil usaha kita semua, dan jangan lagi membuat hal-hal yang tidask di kehendaki Tuhan di tanah yang sudah di berkati ini.

Di kesempatan yang sama pula, Dewan Adat Sugapa, Manfred Sondegau, Kaum Intelektual, Saul Sondegau dan utusan dari Timika, Apolos Bagau tentang pentingnya bergandengan tangan antara satu dengan yang lainnya, sebab satu untuk semua tanpa memandang suku, ras dan agama, dan di haruskan untuk bekerja sama demi tercapainya kesejahteraan yang baik di negeri yang penuh dengan susu dan madu ini.

Komentar Masyarakat
Kepala Desa Titigi, Rafael Agizimijau menegaskan bahwa pejabat dan intelektual harus bersatu, karena masyarakat sudah bersatu selama ini. Penuturan lainnya juga di sampaikan oleh Kepala Desa Joparu, Andreas Tipagau bahwa ketika kabupaten Intan Jaya ada dan sudah ada karateker di harapkan jangan ada mobil kaca gelap dalam artian tidak boleh ada pekerja seks komersial (PSK) yang masuk ke Intan Jaya, dan harus juga ada kerja sama dari semua pihak terutama bapa-bapa pejabat dan intelektual, dimana jangan saling baku hantam dan baku jatuhkan karena jabatan dan kepentingan belaka……..!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

Semangat Memberantas Korupsi Tumbuh Bagaikan Jamur di Musim Hujan…..!!!

Semangat memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) memang tumbuh bagai jamur di musim hujan. Meski harus diakui yang tampak masih baru sebatas pertarungan retorika. Sejumlah pernyataan hangat meruak saling bersahutan.

Salah seorang bisa saja tergelincir sebelum pedang melumpuhkan lawan. Asas praduga tak bersalah memang harus dijunjung. Namun reaksi dan tanggapan terhadap kecurigaan KKN tidak boleh mematikan proses dan dinamika pencarian kebenaran. Penghakiman masa lalu seperti bergulir di atas cermin yang sangat bening.

Setiap harinya kita tiada henti-hentinya mendengar teriakan orang-orang yang menuntut keadilan dengan kemarahan yang meluap-luap, baik melalui mata ketika kita melihat, melalui telinga ketika kita mendengar. Sedangkan bagi masa lalu dari orang-orang yang dahulu perkasa, cermin tersebut seakan begitu buramnya. Hujatan dilontarkan bertubi-tubi terhadap masa lalu mereka. Kontroversial demi kontroversial terus saja hadir di tengah kita.

Para pejabat negara yang seharusnya mencerdaskan, justru semakin mengaburkan persoalan. Orang-orang pemerintah yang seharusnya bersuara satu, malah hiruk-pikuk dengan kesibukan saling membantah. Motif komunikasi memang selalu terkait dengan konsepsi kebahagian seseorang. Seseorang yang konsepsi kebahagiaannya terganggu, mulai mencari strategi untuk merumuskan tindak komunikasi yang seseuai motifnya.

Bukan tidak mungkin seseorang yang terlibat KKN, justru berteriak paling nyaring mengenai kasus KKN orang lain. Ini semata agar konsepsi kebahagiaannya tak terganggu. Memang, berbicara tentang korupsi di Indonesia adalah berbicara tentang hijaunya pepohonan di pegunungan. Kepekatan warna hijau hanya bisa dilihat oleh mereka yang jauh dari pegunungan.

Penghuni gunung memandang pepohonan sebagai bagian dari keseharian yang tidak perlu diperdebatkan. Tak perlu membantah berlebihan, memang langkah bijak. Sebab, psikologi sosial masyarakat kita sudah terbentuk sedemikian rupa sehingga apa yang dibantah itulah yang diyakini sebagai kebenaran. Dalam situasi demikian, reaksi-reaksi berlebihan justru merugikan, karena hanya akan menguatkan sinyalemen dan tudingan.

Lembaga legislatif boleh jadi kini menjadi tempat paling pas dalam menyampaikan pendapat. Maklum, lembaga yang kini memiliki sebagian besar darah segar, tampak begitu enerjik dalam melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Upaya pemberantasan KKN bergaung keras dari DPR, meski belakangan terdengar tudingan yang menyatakan ada anggota DPR justru terlibat KKN. Tekad bulat DPR dalam memberantas KKN ini, bisa menjadi mimpi buruk bagi pelaku KKN di masa lalu, sekarang dan akan datang.

Legislatif jelas bukan yudikatif, persoalan yang mengemuka di lembaga wakil rakyat itu jelas tak dapat diselesaikan secara hukum. Apa pun yang dikemukakan di sana, lebih banyak berdampak politis. Jalur hukum memang merupakan cara penyelesaian paling fair. Tetapi masyarakat telah terlampau lelah menunggu penyelesaian kasus-kasus KKN. Apalagi selama ini telah terbukti kita lamban dalam memberantas, tapi cekatan dalam membantah.

Persoalan yang selalu terjadi antara pihak yang satu dengan pihak yang lain ini telah cukup lama bergulir di tengah masyarakat. Data yang disampaikan pun berbeda. Tak tahu mana yang benar. Karena itu, bagaimana bila KITA tampil bersama di muka umum. Berdebatlah secara jantan dengan berlatar data masing-masing, sebab masyarakat ingin melihat kebenaran berbicara sendiri dari siapa saja…….Semoga…!!! (Jemmy Gerson Adii/Ediya Moralia)

seLENgkapnya......

Bilogai-Sugapa, Pasti Menjadi Perhatihan Banyak Pihak

Sekarang ini banyak orang menaruh perhatian pada Bilogai distrik Sugapa (Sekarang Sudah Menjadi Kabupaten Intan Jaya-red), karena salah satu distrik yang dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Paniai Papua, suatu saat nanti akan memberi Kado Istimewa dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain kepada berbagai lapisan dan golongan manusia di seluruh Dunia termasuk Indonesia seperti salah satunya di Tembagapura selama ini yang di lakukan oleh PT. Freeport Indonesia.

Sesuai hemat penulis, ketika orang lain mau bepergian kewilayah Sugapa ini yang berada di atas ketinggian kaki gunung itu memang masih sangat sulit sekali, sebab belum ada jalan-jalan trans. Meskipun sudah mulai dikerjakan, tetapi orang sudah hampir bisa sampai kemana-mana dengan pesawat terbang sejenis AMA, PILATUS, SUSI AIR dan TWIN OTHER dan dengan berjalan kaki.

Akan tetapi hal yang paling menarik bagi para Investor Ilmuwan Asing, Mahasiswa dan para Pemerintah adalah kenyataan bahwa disana (Sugapa-red) pada satu pihak, telah terlihat PT. FI COW “B” telah melakukan survey-eksplorasi selama sembilan ( 9 ) tahun dan sudah ditemukannya sumber cadangan kandungan mineral emas terbesar di dunia setelah Cadangan Kadar Emas-di Kucing Liar Amolle Tembagapura.

Khusus di Bilogai/Sugapa sendiri juga terdapat cadangan emas sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh PT. FI berdasarkan Kontrak Karya Generasi II tahun 1989-1990 itu berpusat di Gunung Wabu (Gunung Bula-red) tepatnya di bagian sebelah selatan Ibu Kota Distrik Sugapa yang saat ini sudah menjadi salah satu Kabupaten Otonom itu. Pasalnya, saat ini masyarakat suku moni dan beberapa suku lainnya mendambahkan agar suatu kelak nanti negeri ini akan berkembang pesat sama dengan daerah-daerah lainnya yang sudah lebih dahulu maju.

Sementara pada pihak lain, masih terdapat daerah pedalaman atau masih ditemukan sisa-sisa zaman batu. Daerah ini di kenal dengan banyak sekali terdapat gunung-gunung yang sangat sulit sekali di tanjaki serta diiringi pengunungan salju yang membentangi amat luas hutan rimba pada berbagai tingkat ketinggian serta pelbagai jenis dataran tanah tinggi yang amat subur. Wilayah sugapa Kabupaten Intan Jaya ini memiliki beraneka ragam Flora dan Fauna, yang sesuai dengan khas sifatnya. Maka daerah ini menjadi suatu Firdaus untuk penelitian lapangan bagi para ahli ilmu alam dan ahli ilmu lain.

Hal ini dengan sendirinya menjadi lebih kuat lagi bagi penelitian para Antropologi dan Ahli Bahasa yang akan menemukan variasi bahasa dan kebudayaan suku-suku yang terdapat di tempat-tempat ini. Justru paling menarik adalah kenyataan bahwa orang-orang Sugapa melalui kebudayaan-kebudayaan mereka sekarang tengah mengalami perubahan dan atau perkembangan yang tahap-tahap perkembangannya diberbagai wilayah dapat dengan mudah dibaca dan diperbandingkan antara satu dengan yang lainnya. Di wilayah Sugapa Kabupaten Intan Jaya ini, masih banyak terdapatlah bivak-bivak, gubuk-gubuk, dusun-dusun, desa-desa yang berkotak-kotak serta terdapat pula pusat-pusat pemukiman kecil yang mulai sedang berkembang.

Apa yang sekarang bisa terjadi lagi dalam gerak perkembangan lebih jauh di dalam proses semakin terbukanya pelbagai daerah, ketika ada hasilnya menuju produksi kelak…….Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii & Elias Japugau)

seLENgkapnya......

Lebih Baik Bekerja di Lapangan, Ketimbang Dikantor

Bekerja di belakang meja sepertinya lebih aman ketimbang harus berjibaku di lapangan atau proyek konstruksi. Namun jangan salah! Kerja di kantor yang nyaman dengan duduk berlama-lama di depan komputer atau laptop bisa membunuh Anda pelan-pelan.

Hal yang paling diwaspadai dari dampak pola kerja sedentari atau kurang aktif ini adalah meningkatnya kemungkinan mengalami risiko pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) hingga dua kali lipat.

Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri Anda bila kerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja atau menghabiskan tiga jam berturut-turut dengan sekedar duduk mengoperasikan laptop.

Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarah jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. Pembekuan darah terjadi di pembuluh vena dan biasanya pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan.

Beasley menganjurkan pekerja kantoran untuk rutin melakukan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran aliran darah. Sebuah riset di Italia pun mengindikasikan peregangan dan relaksasi menurunkan kasus sakit kepala para karyawan hingga 40 persen.

Risiko lain yang mengintai para pekerja kantoran adalah bakteri dan virus mematikan yang berada di tempat kerja. Permukaan dan sela-sela keyboard komputer bisa menjadi sumber penyakit karena menyimpan kuman berbahaya yang jumlahnya bahkan mungkin melebihi kloset di kamar mandi Anda.

Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan beberapa keyboard di sebuah perkantoran LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkap seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which? Computing di mana mereka menemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform, staphylococcus aureus yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah diare, kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.

Bakteri juga tidak hanya sembunyi di keyboard namun juga pada meja, telepon dan alat lain. Peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih ketimbang kursi yang duduki. Para ahli mikrobiologi menemukan sebuah kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.

Sindrom Mata
Selain pembekuan darah dan mikroba, ancaman lainnya adalah sindrom mata akibat komputer yang baru-baru ini diperingatkan American Optometric Association. Gejala sindrom ini adalah mata perih, sensitif terhadap cahaya, nyeri di leher dan punggung.

Dr Kent Daum, dari Illinois College Of Optometry di Chicago mengatakan: "Bekerja di depan komputer membuat mata bekerja keras karena tuntutan pergerakan mata dan fokusing yang baik. Re-focusing menyebabkan stres pada otot mata yang bisa berakibat pada gangguan mata.

Kerusakan Paru-paru
Hal lain yang juga dicemaskan adalah bahaya Printer Laser terhadap kesehatan paru-paru karyawan. Peneliti dari Australia's Queensland University Of Technology menemukan dampak alat ini mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan.

Di samping laser printer, asap elektronik juga bisa menjadi ancaman. Tim ahli dari London's Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya.

Salah satu peneliti, Keith Jamieson, menjelaskan : "Medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara. Itulah sebabnya di belakang monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan paru-paru manusia. Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus dinetralisir tubuh," paparnya.

Yang terakhir, ancaman di tempat kerja adalah Sick Building Syndrome. Menurut WHO, gejalannya adalah iritasi pada mata , hidung dan tenggorokan, selain juga pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi akibat buruknya ventilasi, tingginya temperatur dan buruknya pencahayaan…….Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii & Jamal)

seLENgkapnya......

Kebosanaan Kerja adalah Budaya Malas dan Perlu di Atasi Bersama

Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Kebosanan bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan individu seseorang, seperti misalnya pekerjaan, sekolah, bahkan perkawinan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, hilangnya minat atau ketertarikan pada sesuatu yang dahulu disukai, malas, lesu, dan berbagai perasaan tidak enak yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan individu tersebut mengalami stress bahkan depresi.

Dalam dunia kerja, kebosanan kerja menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian mengingat bahwa hal tersebut akan dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah (Frontliner) tetapi juga bisa melanda para pekerja di tingkat atas (Managerial Level). Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan cara melakukan rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan, melaksanakan Company Gathering, memberikan kesempatan untuk melakukan cuti, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk membuat para pekerja tidak merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Dari sisi individu, hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat terbebas dari kebosanan kerja tersebut?

Beberapa alasan mengapa bisa terjadi kebosanan kerja dapat dibagi dalam beberapa penyebab, yaitu; Pekerjaan Tidak Menarik atau Tidak Menantang Otak manusia membutuhkan stimulasi dan tantangan terus-menerus. Artinya dalam konteks pekerjaan maka otak manusia cenderung membutuhkan tugas-tugas baru yang menantang atau menarik.

Setiap saat menemukan tugas atau tantangan baru maka otak akan berusaha untuk menguasai tugas tersebut, dan sesudah berhasil menguasainya maka otak membutuhkan stimulasi baru. Jika stimulasi atau tantangan baru tersebut tidak ada dan otak hanya mengulang apa yang telah dikuasai maka tugas atau pekerjaan yang telah dikuasai tersebut menjadi tidak menarik sehingga timbul kebosanan.

Kita bisa lihat dengan mata telanjan misalnya di daerah mana saja termasuk di Tanah Papua sendiri, banyak orang yang dengan menggenakan pakai dinas Pemda masih harus nongkron di pasar, depan Toko/kios atau tempat keramaian lain. Para Pekerja akan sangat mudah menjadi bosan setelah menjalani pekerjaan tersebut dalam waktu seminggu duaminggu dan minggu lain sudah bosan. Selain itu pekerjaan yang dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan tingkatan pengetahuan, kemampuan dan atau disiplinm Ilmu yang diraih si pekerja akan cenderung membuat ia mengalami kebosanan kerja, karena tidak memiliki otonomi.

Tidak Melakukan Apa-apa
Dalam suasana di kantor-kantor Pemerintah manapun biasanya sangat sepi dan tidak melakukan apa-apa. Sehingga sesuai pantaun penulis di lapangan ada masyarakat yang pegawai yang menjinjin sekop keladang, ada juga terlihat yang lainnya memegang Map ditangan dan masuk keluar di kantor. Di saat-saat kondisi seperti itu, tentunya ada banyak argument yang muncul, misalnya saja seperti ini: “Enak sekali hidupnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana punya pekerjaan tetap untuk menjamin keluarga, punya jabatan tinggi, tiap hari hanya tinggal makan dan tidur saja, tetapi masih juga melakukan hal-hal yang sama seperti kayak orang yang tidak punyak kerja, pada itu di saat-saat jam kerja. Tidak seperti saya yang setiap harinya harus bekerja membanting tulang dari subuh sampai tengah malam untuk bisa makan"demikian lontaran kata-kata emosional itu belum tentu benar atau salah.

Karena dalam kehidupan ini banyak sekali individu yang justru merasa bosan karena tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan tugas-tugas tertentu karena sudah dikerjakan oleh orang lain.

Ada banyak manager yang akhirnya tidak bertahan di suatu perusahaan meski menyandang jabatan sangat tinggi karena ia merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi dalam hal ini datang ke kantor dan duduk-duduk saja sambil memberi perintah belum tentu akan membuat seseorang tidak mengalami kebosanan. Pasalnya, kebosanan kerja bukan saja memberikan dampak yang negatif bagi kinerja individu dalam perusahaan/organisasi, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai dampak psikologis yang dapat mengganggu kesejahteraan jiwa individu tersebut.

Dampak psikologis tersebut misalnya timbulnya rasa hampa dalam diri individu tersebut, meragukan kemampuan diri sendiri atau sebaliknya justru bersikap arogan karena merasa semua tugas dapat dikerjakan tanpa kesulitan, hilangnya motivasi kerja, dan sebagainya.

Dengan melihat dampak-dampak tersebut maka kebosanan kerja perlu segera ditangani agar tidak sampai menyebabkan stress atau depresi. Beberapa cara berikut ini mungkin layak anda pertimbangkan jika kebetulan anda merasa bosan dengan pekerjaan anda saat ini, bisa saja terjadi kebosanan kerja. Sehingga banyak management baik yang ada di pemerintah dan terlebih di perusahaan-perusahaan besar memberlakukan waktu kerja dan waktu untuk beristirahat atau Cuti, seperti yang saya alami, yakni saya bekerja selama enam minggu dan dua minggunya cuti, hal demikian supaya tidak lagi ada kebosanan kerja bagi setiap kita……Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii & Elias Japugau)

seLENgkapnya......

Sekilas Gambaran Papua Dulu, Sekarang dan Akan Datang…..!!!

Populasi 4 juta Pada tahun 1545, penjelajah Spanyol yang bernama Ynigo Ortiz de Retes, menemukan hamparan pulau di pesisir utara di dunia yang merupakan pulau terbesar kedua dan diberi nama "Nueve Guinea". Pada tahun 1973 propinsi ini berubah nama menjadi "Irian Jaya". "Irian" adalah kata Indonesia untuk New Guinea, dan "Jaya" artinya kejayaan atau kemenangan. Namun penduduk asli lebih menyukai nama Papua Barat. Tahun 1999 Presiden Indonesia, abdurrachman Wahid, mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua Barat. Papua Barat memiliki etnis asli sama dengan orang-orang di Papua Timur, (Papua New Guinea/PNG) dan juga sama dengan orang-orang Malenesia lainnya di Pasifik.

Jayapura sebagai ibukota propinsi, berlokasi di pesisir sebelah utara, diperkirakan terdapat 249 bahasa di Papua Barat. Puncak Gunung Jaya Wijaya dengan ketinggian lebih dari 16.000 kaki adalah gunung tertinggi ke-3 di dunia yang berada pada lintasan garis khatulistiwa yang terletak di antara pegunungan Himalaya dan Andes.

Papua Barat adalah suatu tempat yang spektakuler dengan beragam keindahan; lereng-
lereng gunung yang curam dan hutan-hutan lebat dengan satwa yang unik di dunia. Banyak tempat yang belum dapat dijamah dan dimasuki oleh dunia luar, peradaban jaman batu juga masih dapat ditemukan di sini.

Gagasan pemerintah RI untuk memekarkan Papua Barat menjadi tiga Propinsi menimbulkan pro dan kontra di antara orang-orang asli Papua. Suasana rawan ini perlu diwaspadai dari para provokator yang dapat menyusup untuk mengacaukan. Terbunuhnya tokoh Papua, Theys Eluay, seakan memadamkan kecerahan hari depan mereka (Orang Papua-red).

Kekayaan tambang, bumi, hutan dan laut diangkut meninggalkan bumi Papua dan menyisakan kemiskinan, kemelaratan, dan ketertinggalan bagi masyarakat asli. Mereka mengalami ketidakadilan di tanah kelahiran mereka sendiri. Ribuan orang Papua menjadi pengungsi di Timur Awin di kamp-kamp yang berbatasan dengan PNG tanpa menerima bantuan.

Papua Barat menerima pelayanan kesehatan yang sangat rendah di Indonesia. Hanya ada satu rumah sakit untuk 400.000 orang dengan 70 tempat tidur. Hanya ada satu dokter untuk daerah seluas 53.000 km persegi. Penyakit kusta sangat tinggi, dari 10.000 orang, 88 orang terjangkit di daerah yang sama. Dalam lima tahun menjadi pembawa angka HIV tertinggi di Indonesia.

25% kematian bayi yang disebabkan radang paru-paru menempati angka tertinggi di dunia. Diperkirakan 20% lainnya menderita kekurangan gizi. Di bawah program transmigrasi pemerintah pusat, orang-orang asli Papua Barat berkurang menjadi minoritas. Lebih dari 10.000 keluarga muslim tinggal di kota-kota pesisir.

Konflik di antara mereka dengan militer Indonesia, telah menelan banyak jiwa. Ratusan tenaga guru mogok mengajar karena rendahnya gaji pengajar dan mahalnya biaya hidup. Semua ketertinggalan dan ketidakadilan ini terkesan disengaja, akibatnya orang-orang asli Papua Barat semakin tak berdaya menghadapi perkembangan…….Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii/Berbagai Sumber)

seLENgkapnya......

Mengintip Soal Pendidikan di Sugapa

Persoalan yang dialami masyarakat di Distrik Sugapa (sekarang Kabupaten Intan Jaya-red) memang cukup beragam. Bukan hanya kendala pendidikan yang menghambat segala aktivitas masyarakat di wilayah itu, tetapi sudah pasti faktor prinsipil lain yang melilit masyarakat suku Moni dan beberapasuku lainnya di Sugapa umumnya adalah masalah pendidikan.

Boleh dikatakan, pendidikan karena umumnya wilayah Moni yang terdiri dari 6 Distrik masih terbelakang. Keterbelakangan ini terlihat dari kondisi SD-SD Inpres yang ada di Distrik Sugapa yang serba kekurangan. Bukan fasilitas saja melainkan tenaga Pengajar. Pasalnya, fasilitas yang tidak layak dipakai karena gedung sebagain roboh, siswa juga tidak datang karena guru tidak datang mengajar, tenaga guru tidak ada, jumah Guru hanya pas-pas yang bertugas.

Saat ini jumlah sekolah yang ada di wilayah distrik Sugapa sebanyak 8 buah sekolah dasar, satu SMP, satu SMAN. Namun beberapa SD sudah di tutup total karena tidak ada guru sah (Guru yang ber-NIP-red). Misalnyasaja, SD Inpres Pesiga dan SD-SD yang lainnya. Semua SD di wilayah Sugapa bisa di Bantu mengajar hanya oleh tenaga-tenaga Bantu tamatan SMP dan SMA yang tidak dapat pekerjaan. Dimana mereka membantu sekolah/siswa di masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan SD YPPK Bilogai sudah lengkap guru, baik Guru Bantu maupun Guru ber-NIP, 13 Guru yang memiliki 320 siswa. SD Inpres Yogatapa memiliki 6 Guru pengajar ini merupakan satu persoalan yang dihadapi kedua sekolah itu.

Sementara sesuai data yang di terima penulis di lapangan, SD Inpres Mamba memiliki 2 Guru tetap, 3 Guru suka relah tamatan SMP. SD Yoparu memiliki satu Guru tetap dan 3 Guru suka rela. SD YPPK Titigi memiliki 3 Guru Suka relah. SD YPPGI memiliki 3 Guru suka relah, SD YPPK Jalae memiliki satu Guru tetap dan 3 guru suka relah, sedangan di desa-desa lain, seperti Desa Ugimba, Desa Emondi, Desa Mindau, Desa Nanggasiga yang seharusnya di bangun SD oleh pemerintah tetapi, kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda kearah itu, mudah-mudahan dengan adanya pemekaran Kabupaten Intan Jaya ini, ada sedikit peningkatan khususnya di bidang pendidikan.

Untuk itu dengan demikian, sangatlah di butuhkan adanya penambahan guru. Walaupun demikian, pengabdian bagi beberapa guru yang bias di hitung dengan jari itu dalam pengabdiannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu tidak pernah surut.

Bahkan dari tahun ke tahun mereka dengan penuh tabah menjalaninya. Selama pengabdian itu, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi para siswa yang haus akan ilmu, biar pun dengan segala kekurangan yang ada. Semuanya itu, kata mereka, demi mencerdaskan generasi penerus bangsa ini. Dilihat dari minat dan semangat masyarakat Moni untuk menuntut ilmu, sebenarnya sangat tinggi. Di samping itu guru-guru dari daeah Sugapa dan Homeo asal kedua daerah itu juga sering berlamaan di kota-kota, akhirnya setiap siswa SD tidak dapat pendidikan dengan baik.

Hal serupa dialami SD Inpres Sugapa. Sekolah yang dibuka tahun 1987 sejak tahun lalu telah dibuka hingga kelas V. Sebelumnya hanya melayani sampai kelas IV saja. Jika ingin melanjutkan hingga tamat, para siswa di sekolah itu terpaksa melanjutkan di SD YPPK Bilogai. SD tersebut dibuka, hanya ada empat ruang kelas dan dilayani 6 orang Guru, dua diantaranya putera asli di Sugapa, sudah kabur ke kota, jata beras, gaji tetap diterima utuh, mengajarnya tidak pernah ada.

“SD Inpres Yogatapa sebanyak 60 siswa angkatan, pertama asal SD tersebut kini sudah merai gelar kesarjanaan, kalau mereka rajin belajar”tutur salah satu Tokoh Pemerhati Pendidikan di daerah itu…Semoga…!!! (Jemmy Gerson Adii/Elias Japugau)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com