God Bless You All and Me

06 July 2009

Bupati Paniai, Naftali Yogi dan Rombongannya Antarkan Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau

& Bupati Paniai Meresmikan Kantor Bupati Intan Jaya sementara di Sugapa

Dengan suasana yang aman-aman dan terkendali tanpa adanya gangguan atau aksi protes dari masyarakat setempat (Moni, Nduga dan Dani-red), terkait dengan pimpinan Penjabat Bupati Intan Jaya yakni, Maximus Zonggonau yang di lantik oleh Pemerintah Pusat (PEMPUS) pada pertengahan bulan Mei 2009 lalu di Jakarta, dimana saat di antar oleh Bupati Paniai, Naftali Yogi beserta rombongangannya melalui transportasi udara dari Enarotali-Sugapa melalui pesawat AviaStar sejenis Twin Other, mulus landing di lapangan terbang (lapter-red) Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, pada Sabtu (13-06-2009) tanpa ada Insiden apapun dari masyarakat setempat. Pasalnya, masyarakat malah mendukung dan senang kalau saja pemimpin mereka yang akan merintis awal daerah Moni ini adalah putra daerah Moni sendiri, dari Distrik Bibida Kabupaten Paniai.

Sebelumnya, masyarakat Moni, Nduga, Dani serta Papua non Moni dan Suku Nusantara terlihat memadati Lapter Bilogai. Seperti kebiasaan masyarakat setempat bahwa jika di daerahnya di datangi para Tamu, musti para Tamu tersebut itu mau atau tidak mau, senang atau tidak senang, suka atau tidak suka telah menjadi tradisi di Negeri ini untuk harus di jemput dengan Tari-Tarian Khas Budaya Suku Moni (salah satu suku yang mendiami dataran tinggi di pegunungan Papua-red).

Untuk kali ini dalam kedatangan Bupati Paniai, Naftali Yogi dan rombongannya di sambut secara meriah oleh pemerintah local (TRIPIKA) dan masyarakat local setempat serta juga di saksikan oleh GovRell & ComRell Team Bilogai.

Setelah pesawat AviaStar melakukan landing di Lapter Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, rombongan Bupati pun satu demi satu turun dari pesawat, yang awalnya dimulai dari Bupati Paniai, Naftali Yogi kemudian disusul Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau, Sekda Kabupaten Induk Paniai, Asisten I Bidang Pemerintahaan Kabupaten Paniai, David Setiawan, Ketua DPRD Paniai (yang di wakili oleh Wakil Ketua DPRD Paniai-red), Kapolres Paniai, Dandim Paniai dan pejabat teras Pemkab Induk Paniai lainnya serta salah seorang rekan wartawan (PERS-Media Elektronik) Metro TV, Rein Windesi.

Usai turun dari pesawat AviaStar, masih di landasan Lapter Bilogai, Bupati Paniai dan Penjabat Bupati Intan Jaya, langsung di pakaikan topi khas moni dari bulu Burung Cenderawasih, sementara tamu lainnya (mulai dari Sekda Paniai hingga pejabat lainnya) di berikan Kalung Khas Budaya Suku Moni yang di buat dari Manik-Manik, Nelon (Tali), Anggrek dan mata kalungnya dari Kulit Bia dan Tulang atau Taring Babi.

Usai itu, Bupati Paniai, Penjabat Bupati Intan Jaya beserta rombongannya serta lebih kurang 1000-an masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan Suku Nusantara berarak-arakan menuju lokasi acara. Sebagaimana lokasi acara serimonial tersebut di pusatkan di Depan Kantor Distrik Sugapa (sekarang kantor itu di pakai sebagai Kantor Bupati Intan Jaya sementara-red), atau tepatnya di lapangan bola kaki Desa Yokatapa.

Untuk di ketahui bahwa, sebelumnya atau tepatnya, pada Kamis (11/06-2009) Bupati Paniai, Naftali Yogi dan pejabat teras Pemkab Paniai, Muspida, Muspida Plus, Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau, GovRell PT. MSI, M. Nasir serta rombongannya mengantarkan Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage ke Waghete Kabupaten Deiyai.

Ada beberapa tulisan yang di paparkan oleh masyarakat moni dan pemerintah local dalam spanduk, diantaranya: “Selamat Datang Bupati Paniai, Penjabat Bupati Intan Jaya, dan Penjabat Bupati Deiyai beserta Rombongannya di Kabupaten Intan Jaya”. dan “Selamat Datang Bupati Intan Jaya, Rakyatmu Menunggu Dengan Penuh Harapan”. Dan Tema Umum yang di pajang di podium tempat acara berlangsung, yakni, “Bersyukur Bagi-Mu Tuhan, Sebab Menurut Kehendak-Mu Telah Lahir Kabupaten Intan Jaya Bagiku”.

Di tempat acara itulah, di lakukan kegiatan serimonial, namun sebelum acara serimonial, panitia bahkan kedua Bupati serta Pejabat Teras lainnya mengijinkan untuk masyarakat yang hadir dari 6 Distrik, diantaranya Distrik Sugapa, Distrik Homeo, Distrik Wandae, Distrik Hitadipa, Distrik Agisiga dan Distrik Biandoga melakukan “WAITAI”, atau dengan bahasa kren Indonesia yakni melakukan tari-tarian khas Pegunungan Tengah (PETENG) dengan santunan lagu daerah setempat, sekitar setengah jam, yang di mulai dari Distrik Wandae, Homeo dan Biandoga, dan pada bagian kedua gilirannya, masyarakat Distrik Sugapa, Hitadipa dan Agisiga.

Sambutan Penjabat Bupati Intan Jaya, Bupati Induk Paniai dan Perwakilan Masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan Suku Nusantara
Selang beberapa menit kemudian usai kegiatan Waitai, acara serimonial pun di mulai, di buka dengan Doa pembukaan yang di bawakan oleh Bapak Pdt. Bernadus Miagoni. Acara selanjutnya di lanjutkan dengan penyampaian satu dua kata dari Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau dan Bupati Induk Paniai, Naftali Yogi serta penyampaian Ucapan Terima Kasih, Saran dan Kritikan dari perwakilan Masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan Suku Nusantara oleh, Kepala Desa Yokatapa, Hubertus Sondegau. Selanjutnya Bupati Induk Paniai, Naftali Yogi melakukan peresmian Kantor Bupati Intan Jaya sementara dengan pengguntingan pita kain selubung papan nama. Berfoto bersama Bupati Paniai, Penjabat Bupati Intan Jaya dengan semua komponen yang berkomponen, dan di akhiri dengan resepsi bersama.

Ringkasan Sambutan
Dalam pesan singkatnya, Max (nama sapaannya-red) dari Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau mengungkapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya terutama kepada masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan Suku Nusantara serta Pemerintah Local dari 6 Distrik yakni, Sugapa, Hitadipa, Agisiga, Homeo, Wandae dan Biandoga karena telah menerimanya dengan hati yang terbuka, dan tidak melakukan eksiden bahkan hal-hal negative lainnya dalam penjemputannya bersama Bupati Paniai dan rombongannya pada hari ini (Sabtu, 13 Juni 2009-red).

Dikatakannya lebih lanjut, bahwa mengingat waktu yang sangat terbatas maka, beberapa poin inti yang akan di lakukan di bawah kepemimpinannya saat ini hingga sampai beberapa bulan kedepan, diantaranya; (1). Penyiapan perangkat kerja organisasi pemerintah daerah (pemda-red) atau yang lazimnya di sebut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan membantunya dalam pemerintahaan di awal masa perintisan ini, karena tanpa adanya SKPD maka sulitnya menunjang birokrasi pemerintahan di daerah ini; (2). Membentuk anggota Legislative serta membangun Kantor Legislative (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-DPRD Kabupaten Intan Jaya-red); (3). Menetapkan “MORATORIUM” dengan kata lain menertibkan keamanan, menyiapkan aparat pemerintahaan dan menciptakan situasi yang aman dan tentram, serta menciptakan kebersamaan, kekompakan dan kerja sama dari semua pihak-pihak yang berkompoten di daerah Intan Jaya ini.

Setelah itu, panitia juga memberikan kesempatan kepada Bupati Paniai, Naftali Yogi untuk menyampaikan satu bahkan dua kata. Dalam arahannya, Bupati Paniai, Naftali Yogi menyampaikan rasa bangga dan senang atas sambutan hangat dari Masyarakat Local setempat dan Pemerintah Local dari 6 Distrik dengan berupa tari-tarian khas Pegunungan Tengah lengkap dengan pakaian adat Suku Moni, Nduga dan Dani.

Dikatakannya, rasa beban itu di pikul, ketika sewaktu dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Paniai (saat itu Bupati Paniainya yakni, Yanuarius Douw) pada beberapa tahun lalu. Pasalnya, kala itu Ia bersama rombongannya melakukan kunjungan yang pertama kali ke sini (Sugapa-red), dimana lokasi acara serimonial itu di lakukan di lapangan bola kaki Bilogai, usai kegiatan itu saat kembalinya ke Kabupaten Paniai, masyarakat setempat di bawah perwakilan Kepala-Kepala Suku, Lembaga Adat, Lembaga Agama, Perempuan, Pemuda dan Lembaga Masyarakat setempat memberikan sebuah “NOKEN” asli Moni kepadanya.

“Saat itu sampai beberapa waktu lalu, dalam benak saya berfikir bahwa di dalam Noken ini saya akan masukan apa, itu menjadi pertanyaan saya tiap hari hingga saat ini baru terjawab, ketika noken tersebut saya kembalikan lagi kepada masyarakat Moni di Sugapa akhir bulan Februari 2009 lalu. Itu semuanya berkat hikmat dan tuntunan dari Tuhan melalui perjuangan semua pihak termasuk masyarakat di sini (Sugapa-Intan Jaya). Akhirnya satu kado istimewah yakni SK Pembentukan Kabupaten Intan Jaya yang saya dapat masukan dalam Noken tersebut, dan mengembalikan kepada masyarakat setempat, tepatnya pada akhir bulan Februari 2009 saat saya melakukan kunjungan yang ke dua kalinya ke daerah Sugapa ini,”ujar Naftali dengan setengah nada, dan di dengarkan oleh lebih kurang 1000-an masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan suku Nusantara dengan rasa terkesan.

Selain itu juga, Bupati Naftali menegaskan bahwa hadirnya pemerintah di Intan Jaya ini merupakan salah satu alat control yang mampu dan siap mengedepankan pembangunan di daerah ini, dari semua Segi, baik itu segi Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan terlebih mempercepat Pembangunan Infrastruktur, baik melalui darat maupun udara. Karena yang pastinya dalam tahun 2009 ini, kami dari pihak Pemerintah Kabupaten Induk Paniai, telah menggangarkan dana sebesar 7 Milyard khusus untuk Kabupaten Intan Jaya ini.

“Jangan lupa, utamakan pembangunan sisa jalan dari Sugapa (ibu kota kabupaten Intan Jaya-red) ke Homeo dan seterusnya, akan di setarakan dengan pembangunan jalan dari Ibu Kota Kabupaten Induk Paniai-Komopa hingga sampai Makataka. Karena Moni dan Mee adalah satu keluarga yang memang tidak bisa di pisahkan, kalau dari segi pemerintahaan bisa terpisah, demi menjawab kesenjangan-kesenjangan pembangunan, tetapi kalau dari segi keluarga (Famili) memang tidak bisa di pisahkan. Dulu masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan suku Nusantara hanya bisa dapat sisa-sisa dari hasil pesta Babi yang di lakukan di Kabupaten Induk Paniai, tetapi sekarang ketika sudah mekar sendiri kabupaten, maka masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan suku Nusantara bisa dapat 1 ekor babi, dan bisa dinikmati dengan puas,”tambahnya lagi.

Di akhir komentarnya, orang nomor satu di Pemerintahaan Kabupaten Induk Paniai ini berpesan agar ketika pemilihan Figur Calon Bupati dan Wakil Bupati Definitiv pada tahun 2010 mendatang, di harapkan agar figure yang telah di pilih oleh masyarakat itu sudah sepatutnya harus di dukung sepenuhnya, dan jangan lagi ada tuntutan-tuntutan dari setiap figure lainnya yang kalah dalam pemilihan, supaya hal-hal demikian itu tidak menghalangi jalannya pembangunan khususnya di negeri Intan Jaya yang penuh dengan susu dan madu (sumber daya alam-red) ini.

Ditempat yang sama pula, mewakili masyarakat Moni, Nduga, Dani, Papua non Moni dan Suku Nusantara melalui Kepala Desa Yokatapa, Norbertus Sondegau menyatakan senang dan bangga atas kedatangan Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau yang mana telah di antarkan oleh Bupati Induk Kabupaten Paniai, Naftali Yogi dan rombongannya. Dalam penyampaiannya juga, dia mengatakan bahwa masyarakat sangat harapkan untuk Penjabat Bupati Intan Jaya ini (Bpk. Maximus Zonggonau) untuk bisa dapat betah di tempat, supaya dapat mudah konsentrasi dalam melakukan perencanaan rintisan awal pembangunan di satu tahun lebih masa jabatannya.

“Kami masyarakat moni ingin maju dari ketertinggalan, keterpinggirkan, keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan dan lain-lainnya. Kami juga tidak ingin kalau saja, adanya perdagangan minuman keras (miras-red) di daerah ini, perdagangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di daerah ini, dan perdagangan Narkoba. Juga kami tidak ingin pemimpin itu kerjanya disini (Sugapa-Intan Jaya), tetapi akhirnya melakukan Tanam, Panen dan Mengambil Hasilnya di tempat lain. Dan kami masyarakat dengan senang hati memberikan Tanah, Air, Hutan, Sumber Daya Alam (SDA) kepada pemerintah bahkan perusahaan ketika kelak masuk lagi melakukan aktivitasnya di daerah kami ini, dan kami tidak mau apa yang kami serahkan semuanya itu di perjualbelikan,”tegas Nurbertus Sondegau dalam bahasa Moni dan di terjemahkan oleh Alpius Nambagani (salah satu staf Distrik Sugapa-red).

Dalam waktu dua setengah jam, dari waktu kedatangan Bupati Paniai dan rombongannya pada 11.30 lewat, rombongan Bupati Paniai, Naftali Yogi bersama pejabat teras Lingkup
Paniai, melakukan konfoi dengan motor menuju Lapter Bilogai, dan selanjutnya menaiki pesawat AviaStar, dan melanjutkan penerbangan kembali dari Intan Jaya menuju Lapter Enarotali. Sementara Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau di tahan masyarakat untuk melakukan kegiatan Pesta Bakar Batu bersama. Selama lebih kurang dua hari setelah kedatangannya ke Sugapa, yakni Minggu (14/06-09) dan Senin (15/06-09) Penjabat Bupati Intan Jaya di dampingi Pemerintah Local dan Intelektual melakukan sosialisasi dan sekaligus memantau lokasi-lokasi yang mana kedepannya akan di lakukan pembangunan. Misalnya, jalan antara Sugapa dengan Homeo, lokasi Lapter Bilogai yang kedepannya di rencanakan untuk di perpanjang dan di perlebar, serta lokasi-lokasi yang akan menjadi sasaran pembangunan Kantor-Kantor SKPD dan Legislatif serta Kantor Bupati.

Dan tepat pada, Selasa (16/6-09) Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau, melakukan Perjalanan Dinas ke Kabupaten Induk Paniai, guna melakukan koordinasi dengan Bupati Induk Paniai untuk proses kegiatan-kegiatannya kedepan di Intan Jaya ini……Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com