God Bless You All and Me

09 February 2009

Mengintip Soal Pendidikan di Sugapa

Persoalan yang dialami masyarakat di Distrik Sugapa (sekarang Kabupaten Intan Jaya-red) memang cukup beragam. Bukan hanya kendala pendidikan yang menghambat segala aktivitas masyarakat di wilayah itu, tetapi sudah pasti faktor prinsipil lain yang melilit masyarakat suku Moni dan beberapasuku lainnya di Sugapa umumnya adalah masalah pendidikan.

Boleh dikatakan, pendidikan karena umumnya wilayah Moni yang terdiri dari 6 Distrik masih terbelakang. Keterbelakangan ini terlihat dari kondisi SD-SD Inpres yang ada di Distrik Sugapa yang serba kekurangan. Bukan fasilitas saja melainkan tenaga Pengajar. Pasalnya, fasilitas yang tidak layak dipakai karena gedung sebagain roboh, siswa juga tidak datang karena guru tidak datang mengajar, tenaga guru tidak ada, jumah Guru hanya pas-pas yang bertugas.

Saat ini jumlah sekolah yang ada di wilayah distrik Sugapa sebanyak 8 buah sekolah dasar, satu SMP, satu SMAN. Namun beberapa SD sudah di tutup total karena tidak ada guru sah (Guru yang ber-NIP-red). Misalnyasaja, SD Inpres Pesiga dan SD-SD yang lainnya. Semua SD di wilayah Sugapa bisa di Bantu mengajar hanya oleh tenaga-tenaga Bantu tamatan SMP dan SMA yang tidak dapat pekerjaan. Dimana mereka membantu sekolah/siswa di masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan SD YPPK Bilogai sudah lengkap guru, baik Guru Bantu maupun Guru ber-NIP, 13 Guru yang memiliki 320 siswa. SD Inpres Yogatapa memiliki 6 Guru pengajar ini merupakan satu persoalan yang dihadapi kedua sekolah itu.

Sementara sesuai data yang di terima penulis di lapangan, SD Inpres Mamba memiliki 2 Guru tetap, 3 Guru suka relah tamatan SMP. SD Yoparu memiliki satu Guru tetap dan 3 Guru suka rela. SD YPPK Titigi memiliki 3 Guru Suka relah. SD YPPGI memiliki 3 Guru suka relah, SD YPPK Jalae memiliki satu Guru tetap dan 3 guru suka relah, sedangan di desa-desa lain, seperti Desa Ugimba, Desa Emondi, Desa Mindau, Desa Nanggasiga yang seharusnya di bangun SD oleh pemerintah tetapi, kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda kearah itu, mudah-mudahan dengan adanya pemekaran Kabupaten Intan Jaya ini, ada sedikit peningkatan khususnya di bidang pendidikan.

Untuk itu dengan demikian, sangatlah di butuhkan adanya penambahan guru. Walaupun demikian, pengabdian bagi beberapa guru yang bias di hitung dengan jari itu dalam pengabdiannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu tidak pernah surut.

Bahkan dari tahun ke tahun mereka dengan penuh tabah menjalaninya. Selama pengabdian itu, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi para siswa yang haus akan ilmu, biar pun dengan segala kekurangan yang ada. Semuanya itu, kata mereka, demi mencerdaskan generasi penerus bangsa ini. Dilihat dari minat dan semangat masyarakat Moni untuk menuntut ilmu, sebenarnya sangat tinggi. Di samping itu guru-guru dari daeah Sugapa dan Homeo asal kedua daerah itu juga sering berlamaan di kota-kota, akhirnya setiap siswa SD tidak dapat pendidikan dengan baik.

Hal serupa dialami SD Inpres Sugapa. Sekolah yang dibuka tahun 1987 sejak tahun lalu telah dibuka hingga kelas V. Sebelumnya hanya melayani sampai kelas IV saja. Jika ingin melanjutkan hingga tamat, para siswa di sekolah itu terpaksa melanjutkan di SD YPPK Bilogai. SD tersebut dibuka, hanya ada empat ruang kelas dan dilayani 6 orang Guru, dua diantaranya putera asli di Sugapa, sudah kabur ke kota, jata beras, gaji tetap diterima utuh, mengajarnya tidak pernah ada.

“SD Inpres Yogatapa sebanyak 60 siswa angkatan, pertama asal SD tersebut kini sudah merai gelar kesarjanaan, kalau mereka rajin belajar”tutur salah satu Tokoh Pemerhati Pendidikan di daerah itu…Semoga…!!! (Jemmy Gerson Adii/Elias Japugau)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com