God Bless You All and Me

24 February 2009

Kemampuan Keuangan Modal Pemekaran Daerah

Nafsu kuat tapi tenaga tidak ada. Ungkapan seperti inilah yang cocok bagi setiap daerah yang mengusulkan daerahnya menjadi daerah otonom. Implementasi otonom daerah yang diberlakukan sejak tahun 2001 telah membuat pemerintah pusat disibukkan untuk menanggapi permintaan dari berbagai pemerintah daerah yang mengusulkan pembetukkan diwilayahnya.

Dari referensi penulis sejak pemerintah membuka kran otonom proses usulan untuk otonom baru yang telah disampaikan kepada pemerintah berjumlah 21 Provinsi, 85 Kabupaten dan 9 Kota. Seiiring dengan itu pula pemerintah juga telah menetapkan beberapa daerah otonom baru sejak tahun 2001 hingga sampai tahun ini. Dengan demikian jumlah Provinsi dan Kabupaten serta Kota yang berada dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meningkat secara sifnifikan.

Telah ditetapkan dan dimekarkan melalui undang-undang pemekaran jumlah Kabupaten dan Kota menjadi 440 yang terdiri dari 348 Kabupaten, 85 Kota, 1 Kotamadya administratif dan 1 Kabupaten administratif. Kemudian jumlah Provinsi setelah dimekarkan yaitu berjumlah 33 Provinsi. Perlu dipahami bahwa secara teknis seluruh daerah otonom yang sudah dimekarkan dan disetujui oleh pemerintah pusat, tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan.

Daerah otonom yang dimekarkan oleh pemerintah telah melewati uji kelayakan yaitu melalui kajian dan observasi lapangan tim teknis Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) kemudian ditetapkan berdasarkan persyaratan antara lain kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah penduduk, luas daerah, dan persyaratan administrasi seperti mendapat persetujuan dari DPRD tingkat I dan II, bupati dan gubernur setempat.

Jika semua ini berada diatas angka minimal, maka dapat dipertimbangkan daerah otonom baru. Kita bisa pahami tujuan dari pemekaran daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melayani peningkatan masyarakat, keamanan dan ketertiban. Dan tak kalah pentingnya hubungan antar pusat dan daerah. Dari sekian banyak yang harus perlu dipersiapkan, kemampuan keuangan daerah harus menjadi salah satu faktor yang masuk secara signifikan didalam mengambil keputusan yang akan dimasukkan atau diusulkan dalam kriteria pengambilan dalam keputusan proses pemekaran satu wilayah.

Harus disadari bahwa secara fiskal APBN pemekaran daerah yang dilakukan baik pada level Provinsi maupun Kabupaten itu akan berdampak kepada seluruh daerah di Indonesia. Mengapa ? karena jika terjadi pembentukkan satu daerah otonom baru,maka alokasi dana umum dari APBD untuk masing-masing daerah akan berkurang. Jelas, sebab harus ada anggaran yang dialihkan ke daerah otonom baru tersebut. Saat ini masih ada daerah yang mengusulkan pembentukan daerah baru seperti pengusulan Provinsi Papua Selatan dan pengusulan Provinsi Tapanuli Utara di Sumatera Utara.

Maraknya desakan pengusulan daerah otonom baru, membuat pemerintah perlu menusun strategi penataan daerah otonom baru. Bahkan presiden SBY pernah mengeluarkan statemennya melalui media masa menyatakan bahwa saat ini belum ada pemekaran. Nampaknya presiden SBY selaku penentu kebijakan tidak mau gegabah dalam hal pemekaran ini. System struktur dan mekanisme penyelenggaraan pemerintah perlu ditata ulang agar semua urusan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. (Jemmy Gerson Adii-Joharman)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com