God Bless You All and Me

23 December 2008

Bagaimana Korupsi Bisa di Atasi…? Kalau Tanpa Adanya Kepedulian dari Semua Pihak

Korupsi harus dilihat sebagai ancaman, lebih bahaya dari HIV-AIDS”itulah sebuah topik berita yang saya kutip dari salah satu koran lokal yang di terbitkan di Tanah Papua pada edisi selasa 23 Desember 2008.

Ketika saya melihat dan membaca topic berita tersebut, saya pun mempunyai ide sehingga menulis tulisan ini. Sebenarnya saya tidak bisa dan mampu untuk menulis tulisan ini, tetapi dengan hati yang terkesan demi mengangkat persoalan korupsi di negeri tertimur ini, sehingga saya pun tergerak hati untuk menuangkan satu, dua kata yang mungkin bagi saya sangat tidak bermanfaat, tetapi yang saya sangat harapkan melalui buah pikiran ini dapat menjadi manfaat dan berguna bagi semua pihak terutama yang sempat membaca tulisan ini……!!!

Bagaimana caranya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) itu bisa di atasi secara bersama-sama oleh semua pihak yang berkompoten di Negeri Papua yang penuh Damai ini. Bukan di atasi oleh satu atau dua orang atau pun pihak-pihak tertentu saja, tetapi yang saya maksudkan adalah semua unsur elemen mulai dari bawah hingga sampai atas harus duduk dan sama-sama menyatukan presepsi dengan tujuan untuk memberantas penyakit tersebut itu (Korupsi-red). Ingat harus ada kepedulian dari semua pihak juga tanpa terkecuali, jika mau benar-benar penyakit korupsi mau di sembuhkan 100 persen.

Menurut pikiran saya, apagunanya kalau ada wakil rakyat yang duduk di dewan mulai dari daerah hingga pusat, tetapi kalau kasus korupsi ini tidak pernah tuntas. Apa gunanya putra-putra terbaik orang Papua yang saat ini menduduki posisi-posisi terpenting di kursi empuk pemerintahaan baik di Kota, Kabupaten, Provinsi bahkan Pusat, tetapi yang namanya kasus korupsi masih saja terus ada dari tahun ke tahun hingga semakin mendekatnya kedatangan sang Juru Selamat (diakhir penghujung akhir zaman ini-red).

Apakah perlu adanya keterlibatan dari Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Pemuda (Topem), Tokoh Agama (Toga) dalam memberantas kasus ini…? Kalau menurut tanggapan saya, sangat perlu sekali untuk adanya keterlibatan semua unsur elemen yang di sebutkan diatas itu untuk sama-sama duduk berbicara, berfikir dan bertindak untuk mencari solusi akhir.

Sesuai dengan kaca mata saya, sejak saya di lahirkan, bersekolah dari TK, SD, SMP, SMU hingga Perguruan Tinggi dan sampai saat ini saya bekerja, hal yang namanya korupsi masih terus dirasakan oleh hati saya, terlihat oleh mata saya dan terdengar oleh telinga saya. Henta itu melalui informasi lewat rekan-rekan kerja, masyarakat akar rumput, dan melalui berita-berita yang di ekspos atau di publikasi oleh media elektronik bahkan media cetak.

Yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa bagi mereka yang terus melakukan korupsi dan menulis tulisan ini, agar suatu kelak nanti harapan saya siapapun orangnya pasti akan bertobat dan kembali ke jalan yang tepat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh kita semua terutama oleh masyarakat akar rumput di negeri PAPUA ini.

Sehingga setiap anggaran yang ada di pemerintahaan baik yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dana Otonomi Khusus (OTSUS), Dana Perimbangan dan dana-dana lainnya bisa benar-benar terpakai untuk kepentingan “Rakyat Papua”.

Perlu diketaui bahwa Pemerintah ada karena adanya Rakyat, tanpa kehadiran rakyat maka apa gunanya ada Pemerintah, begitu pun sebaliknya. Disisi lainnya kesejahteraan rakyat itu bisa tercapai demi adanya perubahan yang akan terjadi khususnya di Tanah Papua ini kedepan misalnya saja di daerah-daerah terpencil, lembah, gunung, rawah-rawah dan pegunungan bisa lebih cepat maju dalam hal pembangunannya, sama seperti daerah-daerah lainnya yang sudah lebih dulu maju.

Satu hal yang membuat saya harus berfikir dan menulis tulisan ini yakni jika uang rakyat dikorupsi oleh para birokrat, maka kesejahteraan rakyat sudah tentunya tidak akan meningkat bahkan membuat rakyat semakin melarat, sehingga korupsi harus dilihat sebagai ancaman. Karena korupsi lebih bahaya dari penyebaran HIV-AIDS, sebab korupsi itu dilakukan oleh oknum-oknum dan korupsi itu bisa terjadi kapanpun karena tidak mengenal agama, suku, etnis maupun partai.

Apakah korupsi itu bisa kita jadikan sebagai musuh bersama dan harus kita bertindak bersama-sama untuk memberantas korupsi…??

Memang saya sadari bahwa korupsi adalah ancaman dan malapetaka yang lebih jahat dari HIV-AIDS. Dimana papua soal HIV-AIDS itu termasuk tinggi, tetapi korupsi lebih bahaya lagi dari HIV-AIDS.

Sebenarnya jika semua pihak yang berkompoten bersatu dan mengatasi hal ini dengan baik, tentunya penyakit yang namanya korupsi ini dengan sendirinya dapat teratasi, tetapi sayangnya semua komponen yang berkompoten di negeri ini, misalnya seperti aparat pemerintahan (kota, kabupaten, provinsi hingga pusat), anggota dewat termasuk wartawan tidak semuanya mempunyai idealisme yang baik, sehingga perlu jaringan yang luas untuk upaya pemberantasan korupsi dan perlu saling mengoreksi.

Diakhir tulisan ini, saya sangat harapkan sekali jika satu wadah jaringan yang di bentuk oleh Papua Corruption Watch (PCW) yakni Gerakan Rakyat Tangkap Koruptor (GERTAK) bisa bekerja dengan baik dan idealisme dalam membungkam setiap koruptor-koruptor nakal di negeri yang sudah di meteraikan oleh Sang Pencipta menjadi Tanah Pilihan Tuhan di “Akhir Zaman” ini….Semoga…!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com