God Bless You All and Me

28 December 2008

“Seputar Lahirnya Mars Sinode GKI (KINGMI) Papua”

1. Latar Belakang Lahirnya Mars Sinose Kingmi: (a. Semangat roh kembalinya Sinode Kingmi Papua. b. Membangun kesatuan dan persatuan dalam organisasi gereja Kingmi. c. Membangun cirri khas gereja Kingmi). 2. Tim Pengarang Lagu Mars Sinode; (a. Bpk Fredy Kusen. b. Drs. Dody Siwabesy, MP. c. Pdt.Yance Nawipa, M.Th).

Nawipa, Yance lahir di Kagokadagi Paniai Propinsi Papua pada tanggal 05 Januari 1968. Anak pertama dari alm Pdt. Lukas Nawipa dan alma Lea Gobai sebagai pelayan Tuhan di pedalaman Paniai. Saya menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) YPPGI di Obaipugaida. Pada bulai Mei 1982 saya menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPK di Wamena. Kemudian melanjutkan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) YPPGI pada tahun dan kota yang sama, dan menyelesaikan pada bulan Mei 1987, sesudah itu melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Teologi Jaffray (STTJ) Ujungpandang pada bulan Agustus 1987 dan menyelesaikan pada bulan Mei 1992.

Saya, pernah melayani di beberapa tempat, antara lain: menjadi Guru pada Sekolah Teologi Atas (STA) Bozeman dan mengajar pada Akademi Agama Kristen di Wamena tahun 1992-1993. Setelah itu melanjukna pendidikan Program Pasca Sarjana pada Institut Filsafat Theologi dan Kepemimpinan Jaffray (IFTKJ) Jakarta dan menyelesaikan 1995. Menikah dengan Ny.Mince T. Nawipa pada tanggal 15 April 1995 di Jakarta. Telah di karuniai Tuhan dua orang putri, yaitu Febrin Visi Irka Nawipa (SMP) dan Sela Almenda Nawipa (TK).

Melayani Tuhan pada Sekolah Tinggi Teologi GKIP Sorong dan menjadi Gembala sidang Pos Pelayanan Km 12 Sorong dari tahun 1995—1999. Kemudian membuka Sekolah Tinggi Teologi Walter Post Kampus II Nabire tahun 1999 dan sedang melayani sebagai Ketua Sekolah. Pernah menjadi Gembala Sidang GKI (Kingmi) Jemaat Sejahtera Nabire sejak tahun 2000—2004. Kemudian tahun 2006/2007 telah menyelesaikan Program Pascasarjana Jurusana Kepemimpinan Konsentrasi Manajemen Gereja pada IFTK Jaffray Jakarta, dengan Judul Tesis: “Model-Model Kepemimpinan Para Hamba Tuhan dari Sejak 1938—2005 Sebagai Suatu Acuan bagi Kepemimpinan Gereja Kemah Injil Menuju Kemandirian di Tanah Papua.”

Berkaitan dengan kembalinya Sinode Kingmi Papua, maka saya menulis judul tesis ini untuk memberikan kontribusi pikiran kepada pihak gereja untuk mengembangkan diri menjadi mandiri di Tanah Papua. Dengan semangat roh sinode Kingmi ini, maka saya diberi kesempatan oleh Panitia Konferensi Wilayah ke-VIII untuk menyusun teks lagu Mars Sinode Kingmi Papua.

Lagu Mars Sinode ini dikarang dalam suasana yang penuh semangat, untuk membangun Sinode Kingmi di Tanah Papua sebagai sebuah lembaga gereja yang kuat, sehat, hidup dan mandiri.

3. Tujuan Lahirnya Mars Sinode: Di dalam Syair lagu Mars Sinode Kingmi Papua terdapat gambaran visi, misi, tujuan, dan falsafah pelayanan organisasi Gereja Kingmi. Dengan menghayati dan mengamalkan isi syair lagu agar seluruh warga Gereja Kingmi memiliki sehati, sepikir, seroh, seiman untuk melayani Tuhan bersama-sama di Tanah Papua ini dalam Kuat Kuasa Kebangkitan Kristus untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dan menciptakan Zona Damai di Tanah Papua.

4. Penjelasan Istilah: (4.1. Lagu Mars. 4.2. Sinode. Sinode (juga dikenal sebagai konsili) adalah sebuah dewan dari sebuah Gereja Kristen, yang biasanya dihimpun untuk mengambil keputusan tentang suatu masalah doktrin, administrasi atau aplikasi. Sebuah konsili ekumenis dinamai demikian karena ia merupakan sinode dari seluruh Gereja (ekumene) atau, lebih tepatnya, dari semua yang menganggapnya sebagai seluruh Gereja.Kata "sinode" berasal dari kata Yunani συνοδος yang berasal dari kata συν (sun=bersama-sama) dan όδος (hodos=jalan) yang berarti "berjalan bersama".

Dengan demikian, kata "sinode" juga berarti "persidangan" atau "pertemuan" yang menekankan kebersamaan. Kata ini sinonim denagn kata Latin concilium — "konsili". Pada mulanya, sinode adalah pertemuan yang dihadiri oleh para uskup, dan kata ini masih dipergunakan dalam pengertian ini di lingkungan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur.

Kadang-kadang ungkapan sinode umum atau konsili umum merujuk kepada suatu konsili ekumenis. Kata sinode juga merujuk kepada dewan para uskup yang berkedudukan tinggi, yang membawahi sejumlah Gereja Ortodoks yang mempunyai pimpinan sendiri (otosefalus).

Penggunaan di berbagai denominasi Gereja.
Gereja Ortodoks. “Di lingkungan Gereja-gereja Ortodoks, sinode terdiri atas para uskup dan merupakan sarana utama untuk pemilihan uskup dan penetapan hukum-hukum gerejawi antar-diosis”.

Gereja Katolik Roma. “Sinode local. Di lingkungan Gereja-gereja ritus Timur sinode mempunyai pengertian yang sama dengan di lingkungan Gereja-gereja Ortodoks. Di lingkungan Gereja-gereja ritus Latin mempunyai pengertian berikut: Konsili-konsili tertentu, Sinode diosis (keuskupan), Konferensi uskup nasional.”

Konsili-konsili tertentu adalah sinode-sinode yang tidak permanen dari para uskup ritus Latin di wilayah-wilayah tertentu. Konsili ini mempunyai dua bentuk: konsili atau sinode lengkap, yang terdiri atas para uskup dari suatu negara dan yang dihimpunkan oleh dua pertiga suara dari konferensi uskup nasional, dan dewan provinsial, yang terdiri atas para uskup dari suatu provinsi gerejawi dan yang dihimpunkan oleh metropolitan dengan persetujuan dari mayoritas uskup yang ada di bawahnya.

Para uskup wilayah (termasuk uskup pembantu serta mereka yang bukan uskup yang mengepalai gereja-gereja tertentu di wilayah (misalnya, kepala biara teritorial) dan vikar apostolik) mempunyai hak suara dalam konsili-konsili pleno atau provinsial, meskipun beberapa anggota lainnya dari wilayah yang bersangkutan (seperti misalnya presiden universitas Katolik dan para pejabat gereja curia setempat diundang dan berpartisipasi sebagai penasihat.

Sinode diosis adalah sebuah pertemuan yang tidak permanen dari para rohaniwan dan awam dari suatu gereja di wilayah tertentu, yang diundang oleh uskup diosis sebagai suatu dewan penasihat tentang masalah-masalah legislatif. Hanya seorang uskup (uskup diosis) yang mempunyai hak suara, dan di diosis-diosis yang tidak mempunyai uskup pembantu, ia mungkin merupakan satu-satunya uskup yang menghadiri sinode ini. Para anggota lain dari sinode diosis, termasuk para uskup pembantu yang hadir, hanya bertindak sebagai penasihat, sementara segala keputusan untuk mengeluarkan keputusan hukum diserahkan kepada uskup diosis.

Konferensi uskup nasional adalah sebuah lembaga permanen yang terdiri atas semua uskup ritus Latin di sebuah negara. Para uskup dari gereja-gereja sui juris lainnya dan utusan nuncio Paus menurut hukum tidak termasuk dalam konferensi para uskup, meskipun konferensi itu sendiri dapat mengundang mereka untuk menghadirinya sebagai penasihat atau dengan hak suara (Hukum Kanon 450).

Baik sinode partikular (kan. 445) dan sinode keuskupan (kan. 391 & 466) mempunyai kekuasaan legislatif penuh atas anggota-anggotanya. Hal ini berbeda dengan kekuasaan konferensi uskup nasional, yang hanya mengeluarkan hukum-hukum pelengkap hanya bila diberikan wewenang untuk hal itu oleh dekrit Takhta Suci. Setiap hukum pelengkap harus pula dikukuhkan oleh Takhta Suci (kan. 455).

Sinode Umum. “Gereja Katolik Roma juga mempunyai dua sinode yang terdiri atas anggota-anggota dari seluruh Gereja: Sinode para Uskup dan Konsili ekumenis. Sinode Para Uskup adalah sesuatu yang baru dari Konsili Vatikan II, yang diperkenalkan lewat dekrit Christus Dominus. Sinode ini adalah sebuah dewan penasihat Paus, yang anggota-anggotanya terdiri atas para uskup terpilih dari seluruh dunia. Paus berfungsi sebagai presidennya atau menunjuk seseorang sebagai presidennya, menetapkan agendanya, menghimpun, menunda, dan membatalkan sinode, dan dapat pula mengangkat anggota-anggota tambahan ke dalamnya (kan. 344).

Para anggota sinode mengungkapkan pandangan-pandangannya mengenai masalah-masalah secara pribadi (artinya, sinode tidak mengeluarkan dekrit atau resolusi), tetapi Paus, atas keputusannya sendiri, dapat memberikan kuasa itu. Dalam hal ini, dekrit-dekrit atau resolusinya disetujui dan dirumuskan oleh Paus sendiri (kan. 343). Sinode Para Uskup ini ditunda apabila Takhta Suci kosong.

Gereja Katolik Roma percaya bahwa sebuah konsili ekumenis adalah sebuah sinode non-permanen dari semua uskup yang ada dalam persekutuan dengan Paus dan yang, bersama-sama dengan Paus, menjadi pemimpin tertinggi di dunia atas seluruh Gereja Kristen (kan. 336). Paus sendirilah yang mempunyai hak untuk menghimpunkan, menunda, dan membubarkan sebuah konsili ekumenis. Ia sendiri pula yang memimpinnya atau memilih seseorang yang lain untuk mewakilinya dan menentukan agendanya (kan. 338). Apabila Takhta Suci kosong, maka otomatis sebuah konsili ekumenis akan ditunda.

Sebelum hukum-hukum dikeluarkan oleh sebuah konsili ekumenis diberlakukan atau sebelum ajaran-ajaran yang dikeluarkan oleh sebuah konsili ekumenis dianggap otentik, semuanya itu harus dikukuhkano leh Paus, yaitu orang satu-satunya yang berhak merumuskannya (kan. 341). Harus dicatat bahwa pandangan tentang konsili ekumenis ini sangat berbeda dengan pandangan-pandangan yang dipegang oleh denominasi-denominasi Kristen lainnya.

Gereja Anglikan. “Di lingkungan Komuni Anglikan, sinode dipilih oleh para rohaniwan dan awam. Di kebanyakan gereja-gereja Anglikan, ada hierarkhi sinode yang dibagi menurut geografinya, dengan Sinode Umum di puncaknya; para uskup, rohaniwan dan kaum awam bertemu sebagai "kelompok" di dalam sinode. Sinode diosis dihimpun oleh seorang uskup di dalam diosisnya, dan terdiri atas rohaniwan dan anggota awam yang terpilih. Sinode dekanat dihimpun oleh Dekan rural (atau Dekan Wilayah) dan terdiri atas semua rohaniwan yang ditunjuk ke masing-masing paroki di lingkungan dekanan, ditambah anggota-anggota awam yang diangkat”.

Gereja Lutheran. “Dalam tradisi Lutheran sinode dapat merupakan suatu wilayah administratif setempat yang serupa dengan sebuah diosis, seperti misalnya Sinode Daerah Minneapolis dari Evangelical Lutheran Church in America (Gereja Lutheran Injili di Amerika), atau menunjuk kepada keseluruhan tubuh gereja, seperti misalnya Lutheran Church - Missouri Synod (Gereja Lutheran - Sinode Missouri, sebuah denominasi Lutheran yang konservatif). Kadang-kadang kata ini juga digunakan untuk pertemuan para pendeta dari sebuah diosis. Dalam hal ini, kata tersebut tidak mengandung makna administratif.”

Gereja Presbyterian. “Dalam sistem pemerintahan Gereja Presbyterian kata sinode adalah tingkat administrasi antara klasis setempat dan General Assembly (Persidangan Umum), sebagai lembaga tertinggi pemerintahannya. Beberapa denominasi menggunakan kata sinode, seperti misalnya Presbyterian Church in Canada (Gereja Presbyterian di Kanada), Uniting Church in Australia (Gereja Bersatu di Australia), dan Presbyterian Church (USA) (Gereja Presbyterian di AS). Namun, sebagian gereja lainnya tidak menggunakan kata sinode sama sekali, dan Gereja Skotlandia membubarkan sinodenya pada tahun 1980-an, lihat Daftar Sinode dan klasis Gereja Skotlandia”.

Gereja-gereja Reformasi. “Di Swiss dan Gereja-gereja Reformasi Jerman Selatan Gereja-gereja Reformasi ditata sebagai gereja-gereja mandiri yang dinamai menurut wilayahnya (mis. Gereja Reformasi Injili Zürich, Gereja Reformasi Berne), sinode mempunyai kedudukan sejajar dengan Persidangan Umum dari Gereja-gereja Presbyterian. Di Belanda, Gereja-gereja Reformasi (dan di kalangan Gereja-gereja Reformasi orang-orang Belanda di Amerika Utara), "sinode" adalah persidangan denominasi yang dihadiri oleh wakil-wakil dari masing-masing klasis setempat”.

Penggunaan di Kongo oleh Protestan. “Di Republik Demokratik Kongo, sebagian besar denominasi Protestan telah bergabung dalam sebuah institusi keagamaan yang dinamai Gereja Kristus di Kongo atau CCC, yang di Kongon sendiri biasa dirujuk sebagai Gereja Protestan. Dalam struktur CCC, sinode nasional adalah persidangan umum dari berbagai gereja yang membentuk CCC. Dari Sinode ini dibentuk sebuah Komisi Eksekutif, dan sekretariat. Ada pula sinode-sinode CCC di setiap provinsi Kongo, yang disebut sebagai sinode provinsi. CCC terdiri atas 62 denominasi Protestan”.

4.3. GKI (Kingmi) Papua. “Nama Gereja Kemah Injil pada awalnya adalah “Gospel Tabernacel,” Nama ini lahir dari pengalaman pelayanan DR AB.Simpson pendiri Gereja Kemah Injil sedunia. Lebih khusus konteks pelayanan misi C&MA di Tanah Papua, setelah organisasi gereja berdiri sendiri maka pihak C&MA dan para pelayan pribumi bersepakan memberi nama: “Kamah Injil Gereja Masehi Indonesia dan disingkat menjadi KINGMI Irian jaya. Karena adanya kebutuhan pelayanan misi C&MA maka KINGMI bergabung dengan KINGMI lain di Indonesia. Kemudian nama KINGMI Irian Jaya berubah menjadi Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII). Mengingat pelayanan gereja yang sangat kompleks, rumit dan luas maka GKII Wilayah Papua mengusulkan untuk menggunakan Sinode Kingmi Papua seperti model pemerintahan gereja yang dahulu”.

Isi Lagu Mars Sinode GKI (KIMGMI) Papua
1. Visi Gereja. “Visi adalah gambaran besar yang nampak secara samar-samar yang ada didepan, untuk dikejar melalui kerja keras sampai menjadi kenyataan. Visi organisasi itu datang dari Tuhan. GKI (Kingmi) Papua menerima visi dari Allah, yaitu: “Menghadirkan Nilai-Nilai Kerajaan Allah di Tanah Papua.”. Nilai-nilai Kerajaan Allah itu terdiri dari Nilai-nilai yang berhubungan dengan Allah dan nilai-nilai yang berhubungan dengan manusia. Gereja Kingmi berusaha menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang berhubungan dengan Allah sendiri adalah: memancarkan kesucian hidup, kejujuran, hidup benar, bersekutu, menyembah Allah, dll. Sedangkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang berhubungan dengan manusia adalah: menghormati hak-hak orang lain, menghargai martabat manusia, memandang dan menghargai orang lain sebagai gambar Allah, mempercayai orang lain, mengasihi orang lain, melayani orang lain, membela nasib orang-orang miskin, dll.

2. Misi Gereja. “2.1. Misi gereja adalah pelaksanaan atau pemenuhan dari tugasnya yang penting dan utama yaitu menegakkan, melayani, dan memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan pengutusan yang bertujuan untuk mengabdi danmelayani manusia. 2.2. Misi juga berarti keluar melewati batas gereja yang telah didirikan dan mengarahkan diri kepada manusia-manusia yang berada di luar gereja. Misi berarti suatu perjumpaan atau pertemuan antara Gereja dan manusia-manusia yang berada dalam situasi yang tidak bersifat Kristen. 2.3. Gereja Kemah Injil (Kingmi) mendapat misi dari Allah, yaitu: 2.3.1. Misi penginjilan bersasarkan Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28:18-20). 2.3.2. Misi Sosial (pelayanan kemanusiaan) dalam (Lukas 4:17-18). 2.3.3. Misi Pendidikan berdasarkan Amanat Agung Yesus Kristus (Matius 28:18-20). 2.3.4. Misi Diakonal 2.3.5. Misi Penggembalaan”.

3. Tujuan Gereja. “Tujuan Pelayanan GKI (Kingmi) Papua adalah: 3.1. Supaya seluruh unsure, komponen dan anggota gereja memuliakan Allah melalui hidup kudus, setia melayani dan Tuhan dan sesame; 3.2. Supaya seluru unsure, komponen dan anggota jemaat menikmati hidup aman, tentram dan damai sejahtera dalam Yesus Kristus di bumi ini”.

4. Fokus hidup Gereja. “Gereja GKI (Kingmi) ada hadir di Tanah Papua untuk: 4.1. belajar hidup terfokus, yaitu terus-menerus berusaha hidup berpadanan dengan Injil Yesus Kristus dan menjadi keserupaan dengan gambar-Nya; 4.2. agar gereja mencerminkan Yesus Kristus di dalam dunia ini melaui kehidupan sehari-hari kapan dan dimana saja. 4.3. Gereja selalu berfokus pada pelayanan, yaitu melayani Tuhan dan sesama manusia melalui kobaran karunia-karunia yang Allah berikan kepada setiap orang percaya.

5. Landasan Kerja Gereja. “Pelayanan GKI (Kingmi) Papua berlandaskan pada: 5.1. Lambang Injil Empat Berganda, yaitu Yesus Kristus Juruselamat, Pengudus, Tabib dan Raja yang akan datang. 5.2. Allah Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. 5.3. Alkitab sebagai Firman Allah yang telah diilhamkan oleh Roh Kudus”.

6. Bentuk Pemerintahan Gereja. “Dalam bentuk Pemerintahan gereja Presbyterial Sinodal, maka Pres­byter (tua-tua) gereja tergabung menjadi majelis jemaat bersama­-sama memimpin dan memerintah jemaat setempat (lokal). Pres­byter (majelis jemaat) berjalan bersama-sama dalam sinode.Bentuk pemerintahan ini, bukan saja menghormati pendeta dan juga menghargai pemimpin-pemimpin rohani. Di dalam kepemimpinan sebagai jemaat awam diikutsertakan dengan lebih dulu dilantik. Sebagai penatua gereja, mereka bersama-sama dengan pendeta mengatur roda kehidupan pendeta. Pada umumnya gereja di In­donesia yang sudah mengkombinasi struktur organisasi, menyebut penatua ini sebagai majelis. Jika jemaat ini sudah berkembang, sehingga menjadi beberapa atau puluhan gereja, maka bentuk pemerintahan gereja ini mendidrikan suatu wadah yang dinamakan sinode. Melalui sidang sinode ini, secara periodik dapat diadakan rapat. Dalam sinode ini akan menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan menentukan arah jalannya gereja. Gereja Kingmi menganut bentuk pemerintahan sinodal-presbiterial ini”.

7. Sistem Kerja Gereja. “Gereja dilambangkan sebagai tubuh Kristus. Tubuh mempunyai banyak anggota. Setiap anggota tubuh berbeda namun dalam menegrjakan seatu pekerjaan mereka harus bersatu dan bekerja bersama-sama, saling bergantung, saling melayani, saling menghargai dan saling menopang. Pelayanan dalam organisasi GKI (Kingmi) Papua sangat diharapkan agar seluruh komponen, unsure, tingkatan dan anggota jemaat mengembangakn system kerja: 7.1. Bulatkan Tekad Tekad kerja yang bulat maka tidak ada kemungkinan kesempatan bagi oknum yang lain. 7.2. Pelihara Persatuan. Bersatu dalam perbedaan (karunia, umur, pendidikan, dan jenis kelamin dan suku/ras) untuk melayani Tuhan. Perbedaan adalah asset bagi organiasi jika ditata dengan baik. 7.3. Berjiwa Besar dalam Tuhan. Gereja didirikan atas dasar Yesus Kristus. Kepala Gereja juga Yesus Kristus. Dasar dan Kepala Gereja GKI (Kingmi) di Tanah Papua adalah Yesus Kristus sendiri. Untuk itu, seluruh warga gereja Kingmi di Tanah Papua dalam pelayanan harus berjiwa besar dan selalu berpikir posif. Capailah hal apa yang Sinode Kingmi idamkan kesejahteraan hidup, pangaruh dan kekuasaan, hubungan kemanusiaan, kehidupan yang berhasil atau sukses nikmatilah semua itu dalam Tuhan.

Bagaimana menggunakan keajaiban berpikir dan berjiwa besar? 7.3.1. Ketika orang yang kecil berusaha menjatuhkan anda, Berpikirlah Besar, 7.3.2. Ketika perasaan “Saya belum mencapai tujuan saya” Muncul Berpikir Besar, 7.3.3. Ketika terlihat ada perselisihan atau pertengkaran yang tersembunyi, Berpikirlah Besar. 7.3.4. Ketika romantisme (cinta-kasih) memudar, Berpikirlah Besar, 7.3.5. Ketika merasa diri anda kalah, Berpikirlah besar, 7.3.6. Ketika anda merasa perkembangan anda dalam pekerjaan menurun, Berpikirlah Besar. Ingatlah ini: Orang Bijak akan menjadi Penguasa dari pikirannya, Orang bodoh akan menjadi budak dari pikirannya. Orang Benar, Berpikir dan Berjiwa Besar dalam TUHAN. 7.4. Melawan Kuasa Gelap dengan Kuasa Roh. Tanah Papua harus menjadi Tanah damai. Gereja hadir untuk membawa damai itu. Berbahagialah bagi mereka yang membawa damai karena mereka akan melihat Kerajaan Allah. Iblis tidak senang kalau umat Tuhan di Tanah Papua hidup dalam kerukunan dan kedamaian, sehingga Iblis selalu melakukan serangan dengan kata-kata dusta kepada oknum-oknum dan kepada kelompok-kelompok tertentu. Gereja harus melawan dusta Iblis atau kuasa gelap dengan kauat kuasa Roh Kudus”.

8. Strategi Pelayanan Gereja. “Tugas Pelayanan GKI (Kingmi) Papua dijabarkan dalam program kerja Sinode berikut ini, yaitu program pelayanan Doa, Daya, Data dan Dana (D4)”.

9. Tema : Berubah untuk Menjadi Kuat, sehat, hidup dan mandiri

Kesimpulan Akhir:
"Sebuah organisasi gereja yang merindukan sehat, kuat, hidup dan mandiri perlu dilakukan pengembangan organisasi berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar organisasi gereja itu sendiri. Dari penggunaan GKII Wilayah kembali menjadi Sinode GKI (Kingmi) adalah juga sebuah proses perubahan untuk gereja yang mandiri tanpa bergantung pada pihak-pihak lain untuk membangun dirinya sendiri dan membangun yang lain."

"Organisasi GKI ( Kingmi) di Tanah Papua perlu dilakukan pengembangan organisasi tiap priodik (jika satu priode selesai), yaitu menambah atau memangkas departemen, biro-biro yang sesuai kebutuhan pelayanan gereja setelah mengamati perubahan-perubahan". (Jemmy Gerson Adii/ Fredy Kusen, Drs. Dodi Siwabesy, MP and Pdt. Yance Nawipa M.TH)

0 komentar:

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 ini. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com